Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

BMKG Tegaskan Gempa Megathrust Tidak Bisa Diprediksi Waktu dan Lokasinya, Ini Alasannya

Nurul Hidayati • Kamis, 13 November 2025 | 06:00 WIB
Tim BRIN Temukan Jejak Tsunami Purba Tak Jauh dari Bandara Jogja
Tim BRIN Temukan Jejak Tsunami Purba Tak Jauh dari Bandara Jogja

LombokPost - Masyarakat sering salah mengartikan potensi Megathrust sebagai prediksi.

BMKG tegaskan bahwa hingga kini, belum ada teknologi yang mampu memprediksi waktu, lokasi, dan kekuatan gempa secara pasti.

Istilah "tinggal menunggu waktu" merujuk pada kondisi geologis yang menyimpan potensi energi besar, bukan berarti gempa akan terjadi dalam waktu dekat.

Informasi ini bertujuan untuk mendorong kesiapsiagaan, bukan kepanikan.

Masyarakat sering keliru mengartikan istilah potensi megathrust sebagai sebuah prediksi pasti mengenai waktu terjadinya gempa besar, yang berujung pada keresahan dan kepanikan.

BMKG menegaskan bahwa hingga saat ini, belum ada satu pun teknologi yang mampu memprediksi secara pasti kapan, di mana, dan seberapa kuat gempa bumi akan terjadi.

Membedah Istilah "Tinggal Menunggu Waktu"

Istilah yang seringkali disalahartikan, yaitu "tinggal menunggu waktu," merujuk pada fakta bahwa wilayah-wilayah tertentu di zona subduksi Indonesia memang memiliki akumulasi energi seismik yang berpotensi dilepaskan sebagai gempa besar di masa mendatang.

Ini adalah potensi energi, bukan deadline atau tanggal pasti. Sama seperti gunung api aktif, diketahui berpotensi meletus, tetapi tidak bisa memprediksi jam berapa.

 Baca Juga: Ingatkan Ancaman 'Kiamat Kecil' Megathrust, Inilah Skenario Dampak Dahsyat di Indonesia

Pernyataan mengenai potensi megathrust murni bersifat informasi keilmuan untuk mendorong kesiapsiagaan (mitigasi), bukan untuk menimbulkan kepanikan massal (prediksi).

 

Fokus Utama: Dari Prediksi ke Mitigasi

BMKG mengajak masyarakat untuk mengalihkan fokus dari mencari tahu kapan gempa akan terjadi, menjadi fokus pada bagaimana cara menghadapi dan memitigasi dampaknya.

BMKG terus mengimbau seluruh elemen masyarakat, khususnya yang tinggal di kawasan pesisir rawan gempa dan tsunami.

Meningkatkan Pengetahuan Bencana: Memahami jalur evakuasi, tanda-tanda alam tsunami, dan langkah penyelamatan diri saat guncangan.

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

Kesiapsiagaan Struktur: Memastikan rumah dan bangunan tempat tinggal dibangun sesuai standar tahan gempa.

Persiapan Mandiri: Menyediakan Tas Siaga Bencana yang berisi kebutuhan esensial dan dokumen penting.

Dengan pemahaman yang benar, potensi megathrust harus dijadikan motivasi kolektif untuk membangun ketahanan bencana yang lebih baik, bukan alasan untuk hidup dalam ketakutan.

Editor : Rury Anjas Andita
#energi #Tsunami #bmkg #Gempa #mitigasi