LombokPost - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) resmi mematangkan strategi pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2026 melalui Operasi Ketupat 2026.
Fokus tahun ini tidak hanya terbatas pada kelancaran lalu lintas, tetapi juga memastikan kehadiran negara dalam menjaga kekhusyukan ibadah masyarakat dari Ramadan hingga Idulfitri.
Kakorlantas Polri, Irjen Pol. Agus Suryonugroho, menegaskan bahwa seluruh personel telah disiagakan untuk mengawal jutaan pemudik agar perjalanan rindu ke kampung halaman berlangsung tanpa kendala berarti.
Fokus 5 Klaster Pengamanan
Polri telah memetakan lima titik krusial yang diprediksi akan mengalami lonjakan aktivitas sangat tinggi selama libur Lebaran.
Jalan Tol: Antisipasi kemacetan di ruas-ruas utama trans-pulau. Jalur Arteri & Alternatif: Pengamanan jalur non-tol guna mengurai beban jalan utama.
Pelabuhan Penyeberangan: Titik krusial mobilitas antar-pulau (seperti rute Jawa-Bali-Lombok). Tempat Ibadah: Memastikan keamanan pelaksanaan salat Idulfitri. Kawasan Wisata: Antisipasi lonjakan pengunjung pada H+1 hingga H+7 Lebaran.
Rekayasa Lalu Lintas: One Way hingga Contraflow
Guna mengantisipasi kepadatan volume kendaraan, Korlantas Polri telah menyiapkan skenario rekayasa lalu lintas yang bersifat situasional.
Sistem satu arah (one way) dan lawan arus (contraflow) akan diberlakukan di jalur-jalur utama mudik berdasarkan diskresi petugas di lapangan.
“Mudik adalah perjalanan penuh rindu. Tugas kami memastikan masyarakat berangkat selamat, sampai tujuan dengan bahagia, dan kembalinya juga selamat,” ujar Irjen Pol. Agus Suryonugroho.
Layanan Hotline 110 dan Informasi Akurat
Kasatgas Humas Operasi Ketupat 2026, Brigjen Pol. Tjahyono, mengimbau pemudik untuk terus memantau informasi resmi agar dapat menentukan rute perjalanan dengan tepat. Polri juga menyediakan layanan Hotline 110 yang dapat diakses secara gratis di seluruh Indonesia bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan darurat di perjalanan.
“Harapannya, masyarakat bisa mendapatkan informasi yang benar-benar membantu mereka selama perjalanan, baik saat mudik maupun ketika kembali,” kata Tjahyono.
Bagi warga NTB, Operasi Ketupat Rinjani 2026 ini juga akan menyasar pengamanan di pintu-pintu masuk utama seperti Pelabuhan Lembar, Pelabuhan Kayangan, hingga Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM).
Penguatan pengamanan di jalur wisata seperti kawasan Mandalika dan Senggigi juga menjadi prioritas mengingat tingginya potensi kunjungan wisatawan lokal saat libur Lebaran nanti.
Masyarakat dihimbau untuk tetap mematuhi arahan petugas di lapangan dan memastikan kondisi fisik serta kendaraan dalam keadaan prima sebelum memulai perjalanan jauh melintasi kabupaten/kota di Bumi Gora.
Editor : Kimda Farida