LombokPost - Seohyun Girls' Generation menuai pujian setelah sukses menjalani debut konser klasiknya yang awalnya memicu tuduhan ‘hak istimewa selebriti’, namun narasi tersebut berubah seiring terungkapnya rencana donasinya dan persiapan intensif yang dilakukannya.
Dikutip dari The Korean Times, penyanyi sekaligus aktris ini tampil di panggung di Lotte Concert Hall, Seoul, Jumat (13/3), sebagai penampil tamu istimewa dalam konser reguler ke-8 Sol Philharmonic Orchestra.
Penampilannya dengan cepat menjadi topik hangat di dunia maya, tidak hanya karena ini menandai penampilan biola pertamanya di panggung besar, tetapi juga karena Seohyun baru kembali memainkan instrumen tersebut tujuh bulan lalu, setelah bertahun-tahun tidak memainkannya.
Kritik muncul dari beberapa kalangan musik klasik, dengan skeptis mempertanyakan bagaimana seorang amatir bisa melakukan debut, sebagai pemain biola di tempat yang bergengsi. Reaksi negatif tersebut, yang sering digambarkan sebagai masalah ‘hak istimewa selebriti’, menyebar ke berbagai komunitas daring dan media sosial.
Sekarang semuanya berbalik. Nada pembicaraan berubah seiring terungkapnya detail-detail baru. Organis Jung-sook yang dikenal dari acara realitas kencan ‘I Am Solo’, membela Seohyun.
“Saya tidak mengerti apa masalahnya. Orkestra itu sendiri adalah orkestra amatir, dan dia pasti telah berlatih keras untuk bisa tampil di atas panggung. Jika daya tariknya mampu menarik penonton baru ke musik klasik, bukankah itulah bentuk dari popularisasi?” katanya.
Setelah penampilannya, Seohyun menanggapi tekanan yang dirasakannya dalam sebuah postingan di media sosial pada Senin (16/3).
“Saya diundang sebagai tamu istimewa dalam sebuah pertunjukan amatir, sebuah festival bagi para pecinta musik,” kata Seohyun.
Ia juga mengaku merasakan banyak tekanan dan beban, serta sempat mempertanyakan apakah dirinya benar-benar mampu menampilkan pertunjukan biola pertamanya di panggung sebesar itu.
“Saya juga merasakan banyak tekanan dan beban, bertanya-tanya apakah saya benar-benar mampu menampilkan pertunjukan biola pertama saya di panggung sebesar ini,” lanjut maknae Girls’ Generation tersebut.
Seohyun menambahkan, meskipun kemampuannya masih terbatas, dirinya sangat menikmati proses persiapan tersebut, serta berharap penampilannya dapat memberi keberanian bagi seseorang untuk memulai hal baru atau menghibur hati yang lelah.
Perwakilan dari agensi Seohyun Girls' Generation, KKUM Ent, mengatakan Seohyun berlatih selama delapan hingga sepuluh jam sehari menjelang konser tersebut. Ia juga ikut serta tanpa menerima bayaran, dan menyumbangkan seluruh hasil penjualan tiket untuk mendukung berbagai inisiatif, seperti orkestra bagi penyandang disabilitas.
Penampilan encore dalam konser tersebut semakin memicu reaksi emosional. Seohyun membawakan lagu Into the New World, lagu debutnya bersama Girls’ Generation dengan biola, memadukan aransemen orkestra dengan melodi yang sangat akrab di telinga para penggemar. Momen tersebut dengan cepat menyebar di dunia maya, dengan banyak orang menyebutnya ‘sangat mengharukan’, dan memuji perannya dalam menjembatani musik pop dan klasik.
Rekan sesama anggota Girls’ Generation, Hyoyeon juga membagikan foto dari acara tersebut, sambil menulis, “Bertemu kembali dengan dunia barumu. Tantanganmu begitu menyentuh dan luar biasa, Seo Juhyun".
Seiring berkembangnya informasi, persepsi publik terhadap penampilan Seohyun pun berubah signifikan. Dari yang semula dipandang sebagai bentuk privilese, kini banyak yang melihatnya sebagai contoh nyata kerja keras, keberanian mencoba hal baru, serta kepedulian sosial.
Penampilan Seohyun bahkan dinilai berhasil menjembatani kesenjangan antara musik pop dan klasik, sekaligus membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk menikmati musik orkestra.
Kisah Seohyun ini pun menjadi bukti bahwa di balik sorotan dan kontroversi, terdapat proses panjang yang sarat dengan dedikasi, kerendahan hati, dan semangat untuk memberi dampak positif.
Editor : Rury Anjas Andita