Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

DWP Unit BPKAD NTB Jadikan Organisasi sebagai Wadah Support System Keluarga

Y
Penulis: Yuyun Kutari❯
Ketua DWP Unit BPKAD Provinsi NTB Farida Nursalim (dua dari kanan) menerima piala dari Penasihat DWP NTB Sinta Agathia (dua dari kiri), saat perayaan HUT DWP ke-26 di Mataram, Rabu (10/12).
Ketua DWP Unit BPKAD Provinsi NTB Farida Nursalim (dua dari kanan) menerima piala dari Penasihat DWP NTB Sinta Agathia (dua dari kiri), saat perayaan HUT DWP ke-26 di Mataram, Rabu (10/12).

LombokPost - Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unit Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi NTB sukses meraih prestasi membanggakan dengan memborong tiga gelar juara dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) DWP ke-26, Rabu (10/12).


Advertisement

Tiga gelar juara itu, yakni juara 1 lomba karaoke bersambung/estafet, juara 1 lomba menata kue tradisional, serta juara 2 dalam ajang e-reporting tingkat provinsi. Kompetisi yang menuntut ketelitian dalam pelaporan kegiatan DWP melalui aplikasi terpusat.

Ketua DWP Unit BPKAD Provinsi NTB Farida Nursalim mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas pencapaian tersebut. “Alhamdulillah, tentu senang dan bahagia. Kami sebagai ibu-ibu juga ikut senang melihat hasilnya. Ini semua memang momen yang membahagiakan,” terangnya.

Adapun tujuan utama kegiatan ini lebih pada kekompakan dan kebersamaan, bukan kompetisi semata. Di bawah kepemimpinannya, DWP Unit BPKAD Provinsi NTB menjalankan program yang sangat bervariasi dan berorientasi pada manfaat bagi anggota.

Advertisement

Kegiatan mencakup aspek fisik, mental, hingga spiritual. Salah satu program penting yang pernah diadakan adalah seminar tentang kesehatan mental bagi para istri yang mendampingi suami, dengan beban kerja tinggi seperti di BPKAD.

“Suami dengan beban kerja yang sangat menantang, seperti sering lembur dan jarang pulang tepat waktu, membutuhkan dukungan. Seminar ini bertujuan membantu istri sekaligus ibu untuk menyesuaikan diri dan memberikan support bagi suami mereka," jelasnya.

Kemudian aktivitas lainnya adalah olahraga rutin bersama, pengajian, hingga berpartisipasi dalam kegiatan sosial yang hidup dalam rumah besar DWP NTB. Farida melihat DWP sebagai wadah yang luar biasa untuk pengembangan diri dan membangun dukungan sosial, terutama bagi anggota yang juga berstatus ASN.

Advertisement

Bersama-sama berstatus ASN dengan sang suami, Farida berbagi sudut pandang bahwa dirinya tetap menjadi istri yang berperan, sebagai support system yang luar biasa. Di sisi lain, DWP juga menjadi organisasi yang turut memberdayakan anggota, dalam mengembangkan potensi diri.

“Untuk ibu-ibu rumah tangga yang memiliki keahlian memasak atau berjualan, mereka bisa membawa hasil jualan saat pertemuan, yang diyakini dapat berkembang dari UMKM kecil menjadi lebih besar,” jelas Farida.

Ditanya mengenai apa harapan untuk DWP di usia ke-26, Farida mengatakan organisasi ini sudah memasuki fase dewasa, yaitu usia di mana seseorang dianggap mampu mengambil peran besar dalam keluarga dan masyarakat.

“Saya berharap, kedepannya DWP merangkul semua pihak dalam keluarga besar organisasinya, termasuk anak-anak. Fokus utamanya adalah pendidikan,” tandasnya.

Penasihat DWP NTB Sinta M Iqbal mengapresiasi para ibu karena harus membagi waktu antara tuntutan profesi dan rumah tangga, dan sangat memahami posisi tersebut.

“Tentu peran yang jauh lebih besar, karena membagi waktu antara pekerjaan dan rumah tangga. Tapi seperti yang selalu saya sampaikan, kita ini adalah ras terkuat yang ada di muka bumi. Apa pun bisa kita lakukan. Saya yakin ibu-ibu hebat semua bisa menjalaninya,” jelasnya.

Ketua DWP NTB Dewi Sentanawati Faozal menekankan peran fundamental seorang istri. Di samping sosok suami yang kuat dan sukses, ada peran istri yang tidak kalah hebat, hadir sebagai sahabat, penyeimbang, pemberi semangat, dan tempat pulang yang menenangkan.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

WFH Masih Berlaku di Pemprov NTB, Loyalitas ke Pusat Jadi Alasan

WFH Masih Berlaku di Pemprov NTB, Loyalitas ke Pusat Jadi Alasan

Pemprov NTB masih menerapkan WFH bagi ASN, dengan pelaksanaannya disesuaikan kebutuhan OPD tanpa mengganggu kinerja dan pelayanan publik.

Pemetaan Calon Pengganti Pejabat di Pemprov NTB Terkendala Akreditasi Assessment Center

Pemetaan Calon Pengganti Pejabat di Pemprov NTB Terkendala Akreditasi Assessment Center

Peningkatan akreditasi assessment center BKD NTB terkendala perubahan proses di BKN, tetapi dikebut untuk pemetaan kompetensi ASN.

Perkuat Budaya Kerja yang Terukur, Lombok Barat Siapkan Penerapan E-Kinerja Harian ASN

Perkuat Budaya Kerja yang Terukur, Lombok Barat Siapkan Penerapan E-Kinerja Harian ASN

Penerapan E-Kinerja harian diharapkan tidak sekadar menjadi pemenuhan administrasi, tetapi menjadi instrumen untuk membangun tata kelola.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer