Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Penandatangan PKS Regional Bali–NTB–NTT Ditunda

Y
Penulis: Yuyun Kutari❯
KEKUATAN REGIONAL: Penandatanganan MoU pembentukan Kerja sama Regional Bali-NTB-NTT (KR-BNN) di Mandalika, Lombok Tengah, akhir November lalu.
KEKUATAN REGIONAL: Penandatanganan MoU pembentukan Kerja sama Regional Bali-NTB-NTT (KR-BNN) di Mandalika, Lombok Tengah, akhir November lalu.

LombokPost - Tiga kepala daerah telah menyepakati kerja sama Regional Bali–NTB–NTT (KR-BNN). Mereka adalah Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, bersama Gubernur Bali I Wayan Koster, dan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena.


Advertisement

Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan MoU di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, akhir November lalu.

Sebagai tindak lanjut MoU tersebut, ketiga pemerintah provinsi sejatinya menjadwalkan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Labuan Bajo, NTT, 22 Desember mendatang. Namun, agenda tersebut terpaksa ditunda.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB Iswandi menjelaskan, penundaan dilakukan menyusul adanya permintaan Pemprov Bali.

Advertisement

“Karena terdapat hal yang bersifat urgen di Pemprov Bali yang memerlukan perhatian dan penyelesaian segera,” kata Iswandi, Jumat (19/12).

Terkait substansi kerja sama, Iswandi menegaskan Pemprov NTB pada prinsipnya telah siap. Pembahasan materi PKS telah dilakukan oleh masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Ia menjelaskan, kerja sama regional Bali, NTB, NTT tidak hanya fokus pada sektor pariwisata. Tapi juga mencakup pengembangan potensi daerah di sektor strategis lainnya.

Advertisement

Di antaranya sektor energi, konektivitas atau perhubungan, perdagangan, serta ekspor dan impor. “Saat ini tinggal menunggu finalisasi. Secara substansi, NTB sudah siap karena seluruh OPD terkait telah membahasnya,” tandasnya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) NTB Ervan Anwar menegaskan pengembangan konektivitas antarwilayah dalam kerja sama regional Bali, NTB, dan NTT memang harus dijalankan dengan perencanaan yang matang.

Menurutnya, sejumlah langkah sudah mulai disiapkan, termasuk mengkaji potensi pembukaan kembali beberapa pelabuhan dan jalur transportasi antardaerah. “Ya, memang harus begitu,” ujarnya.

Ervan mencontohkan ada usulan untuk membuka kembali operasional Pelabuhan Amed di Bali bagian timur, Kecamatan Abang, Karangasem.

Karena selama ini menjadi salah satu titik utama pelayaran feri, salah satunya menuju Gili Trawangan, NTB. “Ini memiliki potensi besar untuk kembali dibuka, sebagai jalur konektivitas Bali dan NTB,” kata dia.

Selain itu, terdapat pula permintaan dari NTT untuk membuka jalur feri yang menghubungkan Pelabuhan Maropokot di Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan Pelabuhan Sape di NTB.

Selanjutnya berkaitan dengan transportasi udara, Ervan menyampaikan pihaknya tengah mendorong penambahan frekuensi dan rute penerbangan baru. Kolaborasi ini menjadi kunci, dalam mempercepat pembukaan dan pengembangan jalur konektivitas antarwilayah. “Kalau udah bertiga kan enak. Kita mukul ramai-ramai. Gebuknya ramai-ramai,” pungkasnya. 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Pemkab Lobar Gali Strategi Pengendalian Inflasi dan Penguatan PAD

Pemkab Lobar Gali Strategi Pengendalian Inflasi dan Penguatan PAD

Pemkab Lobar melakukan kunjungan kerja ke Pemerintah Kabupaten Badung, Bali. Kunjungan ini bertujuan pelajari strategi kendalikan inflasi.

Imigrasi Gerebek Sindikat Judi Online Internasional di Bali, 21 WNA Ditangkap

Imigrasi Gerebek Sindikat Judi Online Internasional di Bali, 21 WNA Ditangkap

Direktorat Jenderal Imigrasi menggerebek dua rumah di Perumahan Harvestland Residence, Kuta, Badung, Bali, pada Kamis (29/10). Operasi terse

Merayakan Hari Museum Indonesia 2026, ISI Bali Tampilkan “Huni-Jnana-Hana” di Museum Rudana

Merayakan Hari Museum Indonesia 2026, ISI Bali Tampilkan “Huni-Jnana-Hana” di Museum Rudana

Pergelaran ini merupakan bagian dari hasil Program Penciptaan Dosen Seni dan Desain (P2DSD) II Tahun 2026 yang memperoleh hibah.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer