Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Asesmen Ketat Calon Sekda NTB, BKN Soroti Integritas dan Kapasitas Kepemimpinan

Y
Penulis: Yuyun Kutari❯
10 kandidat calon Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, saat mengikuti proses asesmen dari unit Pusat Penilaian Kompetensi ASN BKN, Senin (22/12).
10 kandidat calon Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, saat mengikuti proses asesmen dari unit Pusat Penilaian Kompetensi ASN BKN, Senin (22/12).

LombokPost - Badan Kepegawaian Negara (BKN) kembali memfasilitasi proses seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Madya (JPTM) di lingkungan Pemprov NTB.


Advertisement

Terhitung 10 kandidat calon Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, mengikuti proses asesmen dari unit Pusat Penilaian Kompetensi ASN BKN selama tiga hari, dari tanggal 22-24 Desember 2025 di Gedung Assessment Center BKN Pusat BKN, Jakarta.

Diantaranya, Najamuddin, S.Sos., MM, selaku kepala Biro Perekonomian Setda NTB. Dr. H. Ahsanul Khalik, S.Sos., MH, selaku staf Ahli Gubernur Bidang Sosial dan Kemasyarakatan Setda NTB. Wirawan, S.Si., MT, selaku kepala Dinas Pemuda dan Olahraga NTB.

Yusron Hadi, S.T., MUM, selaku kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik NTB. Drs. H. Fathurrahman, M.Si, selaku asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda NTB.

Advertisement

Selanjutnya, ada Dr. Ahmad Saufi, S.Si., M.Sc, merupakan asisten Deputi Pemberdayaan dan Peningkatan Prestasi Bangsa Kemenko PMK.

Abul Chair, AK, selaku kepala Perwakilan BPKP Provinsi Jawa Timur; Dr. Aidy Furqan, S.Pd., M.Pd, adalah kepala Dinas Ketahanan Pangan NTB; Taufik, S.T., MT, selaku kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Bima; serta Jamaluddin, S.Sos., MT, merupakan kepala Dinas Perdagangan NTB.

Plt Kepala Pusat Penilaian Kompetensi ASN BKN Herman menegaskan, proses asesmen ini merupakan komitmen BKN dan instansi terkait untuk mewujudkan seleksi JPTM yang objektif dan berintegritas, sekaligus juga sebagai bentuk menjaga kualitas kepemimpinan birokrasi.

Advertisement

“Mekanisme seleksi terbuka yang kami fasilitasi dirancang secara profesional untuk menjamin objektivitas, transparansi, dan berbasis kompetensi,” tegasnya dalam rilis resmi, Senin (22/12).

Hal ini memberikan kesempatan setara bagi setiap kandidat dan memastikan bahwa pejabat terpilih benar-benar memiliki kapasitas kepemimpinan, integritas, serta kualifikasi yang dibutuhkan organisasi.

Proses asesmen yang difasilitasi BKN ini, mendapatkan porsi perhatian khusus, mengingat betapa strategisnya posisi Sekda sebagai pimpinan birokrasi tertinggi di tingkat provinsi.

Asesor SDM Aparatur Ahli Utama BKN Supranawa Yusuf mengungkapkan, untuk seleksi JPTM, standar penilaian yang dilakukan lebih ketat dan komprehensif.

Metode yang digunakan dengan alat ukur seperti analisis kasus, Leaderless Group Discussion (LGD), wawancara kompetensi, presentasi, dan tes psikometri.

“Tujuannya untuk mendapatkan gambaran utuh dan mendalam tentang kompetensi calon,” jelas dia.

Yusuf juga menerangkan, BKN secara konsisten mendorong terciptanya iklim seleksi yang tidak hanya menguji kemampuan teknis, tetapi juga karakter dan kematangan berpikir.

Kepada para kandidat diimbau untuk mengikuti seluruh rangkaian dengan sungguh-sungguh, terbuka, dan menunjukkan performa yang autentik sesuai kinerja sehari-hari.

“Tampilkan cara berpikir, gaya kepemimpinan, dan pengambilan keputusan secara natural,” tegasnya.

Semakin autentik kandidat, semakin akurat profil kompetensinya tergambar. Hasil asesmen ini nantinya, akan menjadi cermin sebenarnya yang dapat dimanfaatkan secara optimal, baik untuk pengembangan karier individu maupun pemenuhan kebutuhan organisasi.

Pelaksanaan asesmen yang ketat dan berbasis standar nasional ini, memperkuat peran BKN sebagai garda terdepan dalam menyaring dan menyiapkan pemimpin birokrasi masa depan yang kompeten, berintegritas, dan siap memacu kinerja pemerintahan yang lebih baik, khususnya bagi Pemprov NTB.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

WFH Masih Berlaku di Pemprov NTB, Loyalitas ke Pusat Jadi Alasan

WFH Masih Berlaku di Pemprov NTB, Loyalitas ke Pusat Jadi Alasan

Pemprov NTB masih menerapkan WFH bagi ASN, dengan pelaksanaannya disesuaikan kebutuhan OPD tanpa mengganggu kinerja dan pelayanan publik.

Pemetaan Calon Pengganti Pejabat di Pemprov NTB Terkendala Akreditasi Assessment Center

Pemetaan Calon Pengganti Pejabat di Pemprov NTB Terkendala Akreditasi Assessment Center

Peningkatan akreditasi assessment center BKD NTB terkendala perubahan proses di BKN, tetapi dikebut untuk pemetaan kompetensi ASN.

Perkuat Budaya Kerja yang Terukur, Lombok Barat Siapkan Penerapan E-Kinerja Harian ASN

Perkuat Budaya Kerja yang Terukur, Lombok Barat Siapkan Penerapan E-Kinerja Harian ASN

Penerapan E-Kinerja harian diharapkan tidak sekadar menjadi pemenuhan administrasi, tetapi menjadi instrumen untuk membangun tata kelola.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer