Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tak Kantongi SLHS, SPPG NTB Bisa Disanksi

Y
Penulis: Yuyun Kutari❯
DAPUR WAJIB BERSIH: Seorang karyawan dapur MBG bersih-bersih di area kerjanya, beberapa waktu lalu.
DAPUR WAJIB BERSIH: Seorang karyawan dapur MBG bersih-bersih di area kerjanya, beberapa waktu lalu.

LombokPost - Kepala Regional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) NTB Eko Prasetyo mengungkapkan, 604 SPPG sudah beroperasi di NTB.


Advertisement

Sebagian besar sudah mengurus Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). “Capaian SLHS di NTB termasuk tertinggi di Indonesia, di angka 83—86 persen,” tegasnya, Kamis (8/1). 

Aturannya, SPPG yang sudah beroperasi diberikan tenggat waktu hingga 15 Januari untuk mengurus SLHS, atau setidaknya memastikan proses pendaftaran sudah berjalan.

“Kami terus melakukan pendataan dan mendorong unit-unit yang belum memiliki sertifikasi, agar segera memprosesnya,” kata dia. 

Advertisement

Meski beberapa unit SPPG, masih dalam proses pengurusan SLHS, penyaluran MBG tetap berjalan sesuai jadwal.

Sesuai prosedur dinas kesehatan, pengambilan sampel uji laboratorium, baru bisa dilakukan saat SPPG sudah beroperasi.

Kendati demikian, pihaknya menegaskan komit terhadap aspek sanitas dan keamanan pangan melalui pengawasan intensif. Yakni monitoring rutin terhadap kebersihan dapur dan penyajian makanan.

Advertisement

Eko mengatakan BGN telah mendistribusikan alat rapid test ke SPPG, untuk menguji kualitas bahan baku mentah secara mandiri saat diterima.

BGN juga mendorong kepala SPPG dan mitra mendaftarkan sertifikasi halal secara mandiri. “Tim sarana prasarana BGN juga sedang menyiapkan skema sertifikasi halal kolektif yang akan segera dirilis,” jelas Eko.

Bila ditemukan SPPG yang tidak memiliki komitmen untuk mengurus SLHS atau tidak memenuhi standar kebersihan yang ditetapkan, pihaknya akan melaporkannya ke BGN.

“Pimpinan pusat memiliki kewenangan penuh untuk memberikan tindakan tegas berupa suspensi operasional,” tegasnya.   

Program MBG di NTB hingga akhir Desember 2025 telah menjangkau 1,65 juta penerima manfaat. Program ini telah menjangkau 153.788 balita, 213 ribu anak PAUD, RA, dan TK, serta 960 ribu peserta didik di SD, MI, SMP, dan MTs. Untuk jenjang SMA, SMK, dan MA, jumlah peserta yang terlayani mencapai 238 ribu siswa. 

Ketua Tim Satgas MBG NTB, Ahsanul Khalik menjelaskan, program ini juga menyasar kelompok khusus seperti SLB sebanyak 2.242 siswa, Pondok Pesantren (Ponpes) 5.095 santri, dan PKBM 3.348 peserta. 

Ibu hamil yang menerima layanan MBG 25.423 jiwa, ibu menyusui 58.233 jiwa. Guru, tenaga kependidikan, dan kader posyandu juga termasuk dalam penerima manfaat, lebih dari 29 ribu orang. 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Uji Coba Berhasil, Pelaksanaan MBG Prasmanan Tunggu Restu Pimpinan

Uji Coba Berhasil, Pelaksanaan MBG Prasmanan Tunggu Restu Pimpinan

Uji coba terdebut menunjukkan efektivitas tinggi dalam tata kelola distribusi makanan bergizi bagi para siswa.

Program MBG di NTB Jangkau 1,86 Juta Penerima, 816 SPPG Kantongi SLHS

Program MBG di NTB Jangkau 1,86 Juta Penerima, 816 SPPG Kantongi SLHS

Program MBG di NTB menjangkau 1,86 juta penerima manfaat, dengan 816 SPPG mengantongi SLHS.

82 Dapur MBG di Lombok Timur Belum Dapat Beroperasi

82 Dapur MBG di Lombok Timur Belum Dapat Beroperasi

Sebanyak 82 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lombok Timur hingga saat ini belum beroperasi

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer