Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Intensitas Hujan Meninggi di NTB, Waspadai Lonjakan Penyakit Menular

Y
Penulis: Yuyun Kutari❯
AWAS SAKIT: Warga tetap beraktivitas, dengan mengenakan jas hujan di Kota Mataram, beberapa waktu lalu.
AWAS SAKIT: Warga tetap beraktivitas, dengan mengenakan jas hujan di Kota Mataram, beberapa waktu lalu.

LombokPost - Saat musim penghujan tiba, risiko munculnya berbagai penyakit menular harus diwaspadai.


Advertisement

Kondisi lingkungan yang lembap, genangan air, serta perubahan suhu jadi faktor utama yang mendukung berkembangnya vektor penyakit sekaligus menurunkan daya tahan tubuh.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah NTB Rohadi mengatakan sejumlah penyakit kerap mengalami peningkatan kasus saat musim hujan.

Seperti Demam Berdarah Dengue (DBD), leptospirosis, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), influenza, pneumonia, hingga gangguan pencernaan seperti diare.

Advertisement

“Sebagian besar penyakit tersebut sebenarnya dapat dicegah dengan perilaku hidup bersih dan sehat yang sederhana,” jelasnya, Selasa (13/1). 

Menurutnya, edukasi kesehatan memegang peranan penting dalam upaya pencegahan penyakit.

Namun upaya ini, tidak cukup dilakukan secara sesaat, tetapi harus menjadi proses berkelanjutan yang mampu mengubah perilaku masyarakat. 

Advertisement

Kesehatan bukan hanya tanggung jawab tenaga medis, melainkan juga tanggung jawab bersama, baik secara individu maupun kolektif. Ia mencontohkan Gerakan 3M Plus; menguras, menutup, dan mendaur ulang barang bekas.

“Ini sebagai salah satu bentuk edukasi kesehatan yang terbukti efektif apabila dilakukan secara konsisten,” terang dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Unram tersebut. 

Meski demikian, diakuinya tantangan terbesar adalah menjaga agar kesadaran tersebut tetap terpelihara, bahkan di luar masa wabah.

Dalam menghadapi kondisi tersebut, tenaga kesehatan dan tenaga medis, khususnya dokter, diharapkan mampu berperan sebagai agen perubahan.

“Dokter tidak hanya bertugas mengobati, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk mencegah penyakit melalui edukasi dan keteladanan,” jelasnya.

IDI NTB bersama berbagai stakeholder kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan, lanjut Rohadi telah melaksanakan beragam kegiatan promotif dan preventif. Mulai dari penyuluhan kesehatan, bakti sosial, hingga kampanye melalui media massa dan media sosial.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menyukseskan edukasi kesehatan.

“Pemerintah daerah, dinas kesehatan, lembaga pendidikan, media, serta tokoh masyarakat dinilai perlu bersinergi menyampaikan pesan kesehatan yang konsisten dan mudah dipahami,” terangnya. 

Paling penting, akurasi informasi harus tetap dijaga agar tidak menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.

“Tenaga medis dan organisasi profesi harus menjadi rujukan utama informasi kesehatan yang valid dan berbasis ilmiah,” tegasnya.

Harapannya, musim hujan tidak lagi selalu dipersepsikan sebagai musim penyakit. Dengan edukasi yang tepat, masyarakat dapat melakukan langkah-langkah pencegahan sederhana. 

“Bisa dimulai dari menjaga kebersihan lingkungan, memperhatikan asupan gizi, dan segera memeriksakan diri ketika mengalami gejala penyakit,” pungkasnya. 

Terpisah, Kepala BMKG Prof Teuku Faisal Fathani mengingatkan perlu diwaspadai terhadap peningkatan potensi hujan sedang, lebat hingga sangat lebat.

“Terutama di sebagian besar wilayah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara,” jelasnya dalam rilis. 

Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko banjir dan tanah longsor di daerah rawan. Sehingga perlu dilakukan langkah-langkah mitigasi dan antisipasi, untuk meminimalkan potensi dampak bencana. 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Dikes NTB Pantau Ketat Lima Penyakit Akibat Cuaca Panas dan Perubahan Musim

Dikes NTB Pantau Ketat Lima Penyakit Akibat Cuaca Panas dan Perubahan Musim

Dikes NTB mewaspadai peningkatan ISPA, diare, tifoid, ILI, dan pneumonia seiring perubahan cuaca dan kondisi lingkungan.

NTB Masuki Pancaroba, Ancaman Hujan Lebat dan Angin Kencang Mengintai

NTB Masuki Pancaroba, Ancaman Hujan Lebat dan Angin Kencang Mengintai

BMKG mengingatkan potensi hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi di sejumlah wilayah NTB selama masa pancaroba.

Waspada Hujan Lebat Landa Wilayah NTB, BMKG Ingatkan Potensi Angin Kencang

Waspada Hujan Lebat Landa Wilayah NTB, BMKG Ingatkan Potensi Angin Kencang

BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di NTB hari ini, 28 Oktober 2026. Waspadai hujan lebat, petir, dan angin kencang.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer