Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Inisiasi KOPRA PASTI, BBPOM Mataram dan Diskop NTB Bimtek SDM Koperasi Merah Putih

G
Penulis: Geumerie Ayu❯
PERKUAT SINERGI: BBPOM Mataram melakukan audiensi di DKUKM NTB untuk memperkuat sinergi terkait pengawasan produk obat dan makanan di unit usaha Koperasi Merah Putih, (IST/LOMBOK POST)
PERKUAT SINERGI: BBPOM Mataram melakukan audiensi di DKUKM NTB untuk memperkuat sinergi terkait pengawasan produk obat dan makanan di unit usaha Koperasi Merah Putih, (IST/LOMBOK POST)

Advertisement

LombokPost – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Mataram memperkuat sinergi dengan berbagai lintas sektor dalam upaya meningkatkan pengelolaan dan keamanan produk Obat dan Pangan yang beredar di masyarakat.

Salah satunya, kolaborasi bersama Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (DKUMKM) NTB untuk memastikan keamanan produk usaha Koperasi Merah Putih nantinya.

Sinergi tersebut diwujudkan melalui rencana penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi sumber daya manusia (SDM) Koperasi Merah Putih, yang menjadi bagian dari langkah strategis pengawasan sektor usaha berbasis koperasi.

Bimtek ini merupakan tindak lanjut dari audiensi antara Kepala BBPOM di Mataram dan Kepala DKUMKM NTB Januari lalu yang juga menginisiasi inovasi KOPRA PASTI (Koperasi Obat dan Pangan Aman, Produk Pasti Bermutu).

Inisiatif tersebut dirancang sebagai upaya sistematis dalam memastikan produk obat dan pangan di Koperasi Merah Putih memenuhi standar mutu dan keamanan yang berlaku.

Advertisement

Bimtek ini akan menyasar personel strategis Koperasi Merah Putih se-Pulau Lombok, termasuk pengurus inti koperasi, 116 Business Adviser (BA), serta 22 personel Project Management Office (PMO).

Selain itu, kegiatan juga diharapkan melibatkan jajaran Dinas Koperasi di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.

Melalui kegiatan ini, peserta akan dibekali pemahaman komprehensif terkait untuk menjamin keamanan dan mutu di sepanjang rantai peredaran obat dan pangan, termasuk bahaya peredaran produk palsu serta pentingnya pengawasan produk yang beredar di masyarakat.

Hal ini menjadi krusial mengingat Koperasi Merah Putih ke depannya turut mengelola unit usaha apotek, sehingga memiliki tanggung jawab besar dalam menjamin mutu dan keamanan dalam pelayanan Obat.

Selain sebagai sarana edukasi, Bimtek ini juga bertujuan untuk memitigasi risiko peredaran produk Obat dan Pangan ilegal sekaligus memperkuat kompetensi pengurus dan pendamping koperasi.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

UMKM Rintisan Dibekali Kemampuan Pembuatan Business Plan

UMKM Rintisan Dibekali Kemampuan Pembuatan Business Plan

Pelaku UMKM rintisan di NTB dilatih pembuatan business plan atau rencana bisnis. Hal tersebut bagian dari upaya memperkuat tata kelola manaj

Koperasi NTB Didorong Adaptif Digitalisasi

Koperasi NTB Didorong Adaptif Digitalisasi

Di era yang serba digital, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DKUKM) NTB mendorong koperasi bersikap adaptif terhadap digitalisasi.

13 Ribu Kuota Sertifikat Halal Gratis Masih Tersedia untuk UMKM NTB

13 Ribu Kuota Sertifikat Halal Gratis Masih Tersedia untuk UMKM NTB

Hingga awal Mei 2026 masih ada sekitar 13 ribu kuota sertifikat halal belum terserap dari 18 ribu alokasi yang disediakan pemerintah pusat.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer