Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hadapi El Nino Ekstrem, NTB Andalkan Padi Genjah dan Varietas Tahan Kering

Y
Penulis: Yuyun Kutari❯
JAGA KESUBURAN TANAH: Petani menyemprotkan pupuk pada tanaman padi, di lahan persawahan miliknya sebagai upaya menjaga kesuburan tanah dan meningkatkan daya tahan tanaman menghadapi musim kemarau yang diperkirakan segera tiba. (IVAN/LOMBOK POST)
JAGA KESUBURAN TANAH: Petani menyemprotkan pupuk pada tanaman padi, di lahan persawahan miliknya sebagai upaya menjaga kesuburan tanah dan meningkatkan daya tahan tanaman menghadapi musim kemarau yang diperkirakan segera tiba. (IVAN/LOMBOK POST)

Advertisement

LombokPost-Fenomena Godzilla El Nino yang diprediksi terjadi tahun ini, menjadi perhatian serius di sektor pertanian, termasuk di NTB. 

Dampak yang ditimbulkan tidak main-main, mulai dari kekeringan ekstrem, berkurangnya ketersediaan air irigasi, meningkatnya serangan hama, hingga ancaman gagal panen (puso) yang berujung pada penurunan produksi padi nasional.  

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distanketapang) NTB Lalu Mirza Amir Hamzah menegaskan Indonesia sebenarnya telah memiliki pengalaman menghadapi fenomena El Nino pada tahun-tahun sebelumnya.

Advertisement

“Ini kan musim kemarau El Nino ini sudah biasa. Seperti yang kemarin, tahun-tahun sebelumnya kan kita hadapi juga,” terangnya, Kamis (16/4). 

Karena itu, sejumlah langkah strategis telah disiapkan sejak dini guna menjaga ketahanan pangan. Pemerintah pusat telah memberikan arahan yang jelas dan konkret kepada daerah, untuk segera mengambil langkah antisipatif. 

Advertisement

Mirza mengatakan langkah mitigasi dimulai dengan melakukan pemetaan wilayah rawan kekeringan di Bumi Gora.

“Pertama itu kita mapping, memetakan wilayah-wilayah yang langganan kekeringan. Kabupaten-kota sudah kita informasikan dari sebelumnya,” jelasnya. 

Informasi mengenai hal ini akan dirangkum dalam waktu dekat, sehingga hasilnya nanti bisa menentukan upaya atau langkah berikutnya, untuk wilayah atau daerah rawan kering tersebut. 

Selain itu, optimalisasi pengelolaan air menjadi fokus penting dalam menghadapi kekeringan. Upaya ini dilakukan melalui pemanfaatan teknologi pompanisasi dan irigasi perpompaan yang telah dibantu oleh Kementerian Pertanian (Kementan). 

“Kita optimalkan penggunaan pompanisasi, irigasi perpompaan, dan juga pemanfaatan embung. Ini harus disiapkan mulai dari tingkat petani,” katanya.  

Advertisement
Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Liputan
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Dengan Teknologi PM-AAS, Pemkab Lombok Timur Proyeksikan Produksi Padi Tembus 10 Ton per Hektare

Dengan Teknologi PM-AAS, Pemkab Lombok Timur Proyeksikan Produksi Padi Tembus 10 Ton per Hektare

Produksi padi di Lombok Timur (Lotim) ditargetkan meningkat menjadi 10 ton per hektare melalui penerapan teknologi Pertanian Modern.

PLN Bima Dorong Pompanisasi Pertanian, Larang Setrum Tikus

PLN Bima Dorong Pompanisasi Pertanian, Larang Setrum Tikus

PLN Bima dorong program pompanisasi pertanian dan larang keras penggunaan jebakan tikus berlistrik demi keselamatan petani dan warga.

PLN Bangun Fasilitas Penggilingan Padi Listrik di Manggarai

PLN Bangun Fasilitas Penggilingan Padi Listrik di Manggarai

PLN UIP Nusra bangun rumah panen padi berbasis listrik di Desa Wewo, Manggarai untuk dukung petani lepas dari ketergantungan BBM.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer