Lumbung Ternak NTB "Serbu" Jawa: 11 Ribu Sapi Dikirim, Barantin Perketat Benteng Biosekuriti

LombokPost – Arus pengiriman hewan ternak asal Nusa Tenggara Barat (NTB) menuju Pulau Jawa mengalami lonjakan drastis menjelang Idul Adha 1447 H.
Badan Karantina Indonesia (Barantin) melaporkan sebanyak 11.565 ekor ternak telah melintas melalui berbagai pintu keluar di NTB, terutama Pelabuhan Gili Mas dan Bima, hanya dalam kurun waktu 16 hari pertama di bulan April.
Deputi Bidang Karantina Hewan Barantin, Sriyanto, yang turun langsung memantau proses pengawasan di lapangan mengungkapkan bahwa tren pengiriman ini naik berkali-kali lipat dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.
Tercatat, sepanjang tahun 2026, total 18.543 ekor sapi asal NTB telah diberangkatkan ke kawasan Jabodetabek melalui 734 kali frekuensi pengiriman.
"Volume pengiriman melonjak tajam dibanding Januari yang hanya 1.454 ekor. Fokus utama kami saat ini adalah mitigasi risiko terhadap ancaman penyakit seperti PMK, LSD, dan Anthrax yang potensinya meningkat seiring tingginya mobilisasi ternak," tegas Sriyanto di sela monitoringnya.
Pengetatan ini didasari oleh Surat Edaran Deputi Bidang Karantina Hewan No. 23 Tahun 2026.
Barantin memastikan setiap ekor sapi yang keluar dari Bumi Gora wajib melalui skrining ketat guna menjamin kedaulatan pangan dan keamanan hayati nasional sesuai UU No. 21 Tahun 2019.
Kepala Balai Karantina NTB, Ina Soelistyani, menambahkan bahwa pihaknya telah menyiagakan Satgas Terpadu dan fasilitas laboratorium untuk mendukung pengawasan.
Pengetatan biosekuriti dilakukan melalui disinfeksi armada angkut secara masif.
"Meski volume tinggi, proses sertifikasi tetap ramping dan transparan berkat sistem digitalisasi Best Trust. Kami juga memastikan fasilitas Tol Laut seperti Kapal Camara Nusantara 3 di Pelabuhan Bima memenuhi standar teknis agar hewan tidak stres selama perjalanan," jelas Ina.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




