Mabes Polri Gelar Diskusi Keterbukaan Informasi di Polda NTB, Diskominfotik Tekankan Transparansi Terukur

LombokPost - Mabes Polri melalui Divisi Humas menggelar Diskusi Publik Keterbukaan Informasi Publik di wilayah hukum Polda NTB, Rabu (22/4).
Kegiatan ini menghadirkan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi NTB sekaligus Juru Bicara Pemprov NTB Ahsanul Khalik, sebagai narasumber utama.
Diskusi yang berlangsung di Astoria Lombok Hotel Mataram tersebut turut dihadiri Wakapolda NTB Brigjen Pol. Hari Nugroho, Tim Divisi Humas Mabes Polri yang dipimpin Karopidivhumas Polri Brigjen Pol. Tjahyono Saputro, jajaran Pejabat Utama Polda NTB, Kabid Humas Polda NTB, serta para kasi dan personel Humas Polres se-NTB.
Baca Juga: Polda NTB Antisipasi Kebakaran 214 Hektare Hutan dan Lahan
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dengan antusiasme tinggi dari peserta. Diskusi berlangsung dinamis, ditandai dengan interaksi aktif, pertanyaan kritis, serta respons konstruktif dari para peserta yang hadir.
Dalam paparannya bertajuk Optimalisasi Keterbukaan Informasi Publik pada Humas Polri sebagai Badan Publik yang Informatif, Ahsanul Khalik yang akrab disapa Dr Aka ini menekankan pentingnya kecepatan dan ketepatan informasi di era digital.
“Hari ini bukan lagi siapa yang paling benar, tetapi siapa yang paling cepat menyampaikan informasi. Jika Polri terlambat, maka ruang tersebut akan diisi oleh spekulasi dan hoaks,” ujarnya.
Ia menjelaskan, keterbukaan informasi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik harus dipahami secara tepat. Yakni membuka informasi terkait kebijakan dan kinerja, bukan membuka data pribadi.
Menurut Dr Aka, tantangan di lapangan masih cukup kompleks. Mulai dari belum seragamnya respons informasi, budaya komunikasi yang masih reaktif, hingga meningkatnya disinformasi di ruang digital.
Dalam kesempatan tersebut, Dr Aka juga memperkenalkan konsep golden time informasi. Yakni periode krusial 1–3 jam pertama setelah suatu peristiwa terjadi yang sangat menentukan pembentukan opini publik.
“Siapa yang pertama menyampaikan informasi, dialah yang membentuk persepsi publik,” tegasnya.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




