Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pabrik Garam Hibah KKP di Bima Mandek

Y
Penulis: Yuyun Kutari❯

Kepala Dislutkan NTB Muslim. (YUYUN/LOMBOK POST)
Kepala Dislutkan NTB Muslim. (YUYUN/LOMBOK POST)

Advertisement

LombokPost - Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) NTB Muslim mengatakan telah melakukan koordinasi, dengan Pemkab Bima dan pengelola pabrik pengolahan garam Koperasi Tahu Tempe Garam Nangga Tolo Sia. 

Advertisement

Ini terkait monitoring dan evaluasi, terhadap progres pengelolaan pabrik pengolahan garam yang merupakan hibah dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada akhir tahun 2024.

“Evaluasi dilakukan guna memastikan keberadaan pabrik tersebut dapat mendukung pengembangan industri garam sekaligus memberikan manfaat bagi petambak garam rakyat di Bima,” jelasnya.

Dalam pertemuan itu, Muslim menjelaskan pembangunan pabrik pengolahan garam merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan nilai tambah komoditas garam lokal.

Selama ini, garam krosok hasil produksi petambak di Bima umumnya dijual dengan harga rendah kepada pengepul. Garam tersebut kemudian diolah di luar daerah dan dipasarkan kembali di NTB dengan harga yang jauh lebih tinggi. 

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu alasan dibangunnya pabrik pengolahan garam di Bima.

Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu menciptakan rantai usaha yang lebih menguntungkan bagi petambak. 

“Ini sekaligus memperkuat kemandirian daerah, dalam memenuhi kebutuhan garam konsumsi beryodium,” tambahnya.

Namun, hasil evaluasi menunjukkan hingga tahun 2025 operasional pabrik belum memberikan dampak signifikan, terhadap percepatan pembangunan sektor garam di NTB.

Berbagai kendala masih dihadapi pengelola sehingga operasional pabrik belum berjalan sesuai harapan. Dalam rapat, kata Muslim, terungkap bahwa pengelola bahkan mengalami kerugian yang cukup besar.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

214 Gerai Kopdes Merah Putih di NTB Rampung Dibangun

214 Gerai Kopdes Merah Putih di NTB Rampung Dibangun

Sebanyak 214 gerai KDKMP di NTB rampung dibangun, 484 dalam konstruksi, sementara 119 koperasi mulai beroperasi dan 1.172 berbadan hukum.

Kemendagri Setujui Retribusi Reklamasi IPR di NTB Naik Jadi Rp 1,5 Juta Per Hektare

Kemendagri Setujui Retribusi Reklamasi IPR di NTB Naik Jadi Rp 1,5 Juta Per Hektare

Tarif reklamasi IPR NTB Rp 1,5 juta per hektare lolos evaluasi Kemendagri, naik dari rumusan awal Rp 40 ribu.

51 Desa di Lombok Timur Dapat Lampu Hijau Gunakan Lahan Pemkab Untuk Pembangunan KDKMP

51 Desa di Lombok Timur Dapat Lampu Hijau Gunakan Lahan Pemkab Untuk Pembangunan KDKMP

Pemkab Lombok Timur siap membantu desa yang belum memiliki lahan untuk pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) tahap II

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer