
LombokPost-Sebanyak 214 gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di NTB rampung dibangun, dari total target 1.166 unit.
“Dari total target tersebut, sebanyak 484 unit telah memasuki tahap konstruksi,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB Wirawan, Selasa (27/10).
Sementara itu, 102 KDKMP telah menyelesaikan proses verifikasi dan validasi. Dikatakannya, NTB termasuk daerah yang progres verifikasi dan validasi KDKMP-nya tergolong cepat.
Dari seluruh provinsi di Indonesia, baru 10 daerah yang hasil verifikasi dan validasinya telah masuk ke Sistem Informasi Koperasi Desa (Simkopdes). “NTB menjadi salah satu daerah perintis dalam proses ini,” ujarnya.
Hasil verifikasi dan validasi itu menjadi dokumen rujukan, dalam reviu Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Selanjutnya, dokumen tersebut menjadi dasar bagi PT Agrinas dan Kementerian Koperasi dalam proses pencairan pembayaran kepada bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Meski progres pembangunan dan verifikasi terus berjalan, Wirawan menegaskan, penyelesaian gerai yang belum rampung serta penyiapan kapasitas pengelola tetap perlu dipercepat.
Langkah ini penting agar koperasi dapat segera memberikan layanan optimal kepada masyarakat. Koordinasi lintas tingkatan pemerintahan juga menjadi perhatian untuk mengurai hambatan teknis di lapangan.
Komunikasi harus berjalan dari kabupaten/kota ke provinsi, kemudian diteruskan kepada kementerian dan pemerintah pusat.
“Jangan mempersulit komunikasi yang dilakukan kabupaten/kota kepada provinsi. Begitu juga tugas provinsi, apa yang menjadi harapan dan keinginan kabupaten/kota disampaikan lagi ke pusat,” jelasnya.
Baca Juga: Menkeu Suahasil Tepis Isu Penyaluran Gaji ASN Lewat Kopdes, Pastikan Mekanisme Tetap Transfer Bank
Untuk memperkuat tata kelola dan kemampuan pengelola, Pemprov NTB menjadwalkan pendidikan dan pelatihan khusus bagi 850 bendahara KDKMP mulai 9 November mendatang.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




