Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Arus Ternak Tinggi, Karantina NTB Didorong Dapat Tambahan Anggaran

Y
Penulis: Yuyun Kutari❯
CEGAH PENYAKIT: Petugas Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan NTB melalui Satpel Pelabuhan Kayangan mengambil sampel darah ayam dan Day Old Chick (DOC), saat kegiatan monitoring pengawasan lalu lintas unggas berbasis risiko, beberapa waktu lalu. (IST/LOMBOK POST)
CEGAH PENYAKIT: Petugas Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan NTB melalui Satpel Pelabuhan Kayangan mengambil sampel darah ayam dan Day Old Chick (DOC), saat kegiatan monitoring pengawasan lalu lintas unggas berbasis risiko, beberapa waktu lalu. (IST/LOMBOK POST)

Advertisement

LombokPost-Lalu lintas ternak dari Pulau Sumbawa ke berbagai wilayah Indonesia cukup tinggi. Kondisi tersebut dinilai perlu diimbangi dengan penguatan fasilitas dan layanan karantina.

Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS Johan Rosihan, meminta Badan Karantina Indonesia (Barantin) memastikan, usulan tambahan anggaran Tahun 2027 diarahkan untuk memperkuat pelayanan karantina di daerah, termasuk Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan NTB.

“Tambahan anggaran harus benar-benar memperkuat pintu-pintu karantina di daerah,” tegasnya, Kamis (20/8).

Johan mendukung penguatan anggaran Barantin, karena berkaitan langsung dengan perlindungan sumber daya hayati, keamanan pangan, dan kelancaran perdagangan komoditas.

Namun, usulan tambahan sebesar Rp 4,851 triliun harus disertai rincian program, lokasi kegiatan, skala prioritas, indikator keberhasilan, serta manfaat bagi masyarakat.

Advertisement

“Barantin perlu menjelaskan distribusi anggaran per UPT dan memastikan daerah dengan lalu lintas komoditas tinggi memperoleh dukungan yang proporsional,” tegasnya.

Johan juga secara khusus mengusulkan, penguatan layanan Karantina NTB, terutama Satuan Pelayanan Pelabuhan Badas di Sumbawa. Usulan itu merupakan tindak lanjut dari aspirasi dan temuan Komisi IV saat kunjungan kerja ke Pelabuhan Badas pada masa reses. 

Pulau Sumbawa merupakan salah satu sentra peternakan sekaligus pintu utama distribusi sapi, kerbau, dan kuda ke berbagai wilayah Indonesia. Sepanjang 2025 tercatat sebanyak 59.905 ekor ternak dilalulintaskan dari NTB.

Sementara hingga 27 Juli 2026, jumlah ternak yang telah keluar mencapai 43.235 ekor. Besarnya lalu lintas ternak dari Pulau Sumbawa, kata Johan, harus diimbangi dengan fasilitas pemeriksaan, laboratorium, instalasi karantina, biosekuriti, dan tenaga teknis yang memadai.

“Penguatan Pelabuhan Badas bukan hanya kepentingan NTB, tetapi juga untuk menjaga kesehatan ternak dan ketahanan pangan nasional,” terang legislator dari Dapil NTB I Pulau Sumbawa tersebut. 

Advertisement
Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Liputan
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Karantina NTB Serap Aspirasi Masyarakat untuk Sempurnakan 60 Standar Pelayanan Publik

Karantina NTB Serap Aspirasi Masyarakat untuk Sempurnakan 60 Standar Pelayanan Publik

Karantina NTB sempurnakan 60 standar pelayanan publik demi kemudahan masyarakat melalui inovasi layanan daring dan jemput bola.

BKHIT NTB Gelar Forum Konsultasi Publik: Komitmen Tingkatkan Kualitas Pelayanan Karantina

BKHIT NTB Gelar Forum Konsultasi Publik: Komitmen Tingkatkan Kualitas Pelayanan Karantina

BKHIT NTB gelar forum konsultasi publik untuk evaluasi standar pelayanan, libatkan stakeholder demi layanan prima bagi masyarakat.

Sapi Bergejala PMK Ditemukan di Sejumlah Kecamatan di Lotim

Sapi Bergejala PMK Ditemukan di Sejumlah Kecamatan di Lotim

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lombok Timur menemukan sekitar empat hingga lima ekor sapi yang diduga terjangkit PMK

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer