Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sapi Bergejala PMK Ditemukan di Sejumlah Kecamatan di Lotim

S
Penulis: Supardi❯
SAPI TERNAK: Sejumlah sapi ternak jenis sapi Bali milik peternak di Lotim saat makan dengan lahap.
SAPI TERNAK: Sejumlah sapi ternak jenis sapi Bali milik peternak di Lotim saat makan dengan lahap.

Advertisement

 

LombokPost-Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lombok Timur menemukan sekitar empat hingga lima ekor sapi yang diduga terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK) di sejumlah kecamatan. Status ternak itu masih sebatas dugaan dan akan dipastikan melalui pengambilan sampel serta pemeriksaan.

“Untuk data lengkapnya kami belum terima. Tapi berdasarkan laporan ada ditemukan sekitar empat sampai lima ekor yang menunjukkan gejala mirip PMK,” terang Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Disnakeswan Lotim drh Hultatang, Minggu (13/9).

Advertisement

Hultatang menjelaskan, temuan itu sifatnya masih dugaan. Untuk memastikan ternak itu positif PMK, perlu dilakukan pengambilan sampel dan pemeriksaan.

Sebagian sapi yang menunjukkan gejala PMK itu diduga berasal dari pasar hewan. Sementara ternak yang ada di pasar hewan datang dari berbagai daerah, seperti Lotim Lombok Tengah, Lombok Barat, Lombok Utara, hingga luar pulau.

Advertisement

“Ini yang menyulitkan kami untuk menelusuri asal-usul dan status kesehatan setiap ternak. Setelah berpindah tangan, sapi-sapi tersebut kemudian masuk ke kandang peternak,” katanya.

Menindaklanjuti laporan itu, pihaknya akan mengambil sampel ternak untuk dilakukan pemeriksaan sehingga bisa diketahui apakah sapi itu positif PMK atau hanya memiliki gejala mirip PMK, seperti bovine ephemeral fever (BEF).

Disebutkan, kondisi cuaca saat ini dan lalu lintas ternak sangat memengaruhi kesehatan ternak. Untuk itu, dia mendorong peternak rutin melakukan vaksinasi.

“Tahun ini kita menerima sekitar 55 ribu dosis vaksin PMK dan yang telah digunakan sekitar 30 ribu dosis lebih. Kalau melihat jumlah populasi ternak kita pada 2025 sebanyak 130 ribu ekor, jumlah vaksinnya masih kurang,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Disnakeswan Lotim Masyhur menyampaikan, tahun ini Pemkab Lotim kembali membuka pintu masuk ternak dari luar pulau, seperti Pulau Sumbawa.

Kebijakan itu dilakukan setelah empat tahun terkait pengiriman sapi dari Sumbawa. Ternak yang masuk ke Lotim harus sudah mendapatkan analisis risiko, pemeriksaan kesehatan, dan karantina.

Advertisement
Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Arus Ternak Tinggi, Karantina NTB Didorong Dapat Tambahan Anggaran

Arus Ternak Tinggi, Karantina NTB Didorong Dapat Tambahan Anggaran

Lalu lintas ternak NTB tinggi, DPR mendorong penguatan fasilitas dan layanan karantina untuk menjaga kesehatan ternak serta ketahanan pa

Peternak Kambing Perah Lombok Utara Didorong Optimalkan Pakan Lokal dan Pemasaran Digital

Peternak Kambing Perah Lombok Utara Didorong Optimalkan Pakan Lokal dan Pemasaran Digital

Unram dampingi peternak kambing perah Kadung Molah menerapkan budidaya baik, pakan lokal, kesehatan ternak, serta pemasaran digital.

NTB Siapkan Village Breeding Center di Lombok Timur

NTB Siapkan Village Breeding Center di Lombok Timur

Pemprov NTB mempercepat pembangunan Village Breeding Center Pringgasela guna meningkatkan mutu genetik, populasi sapi, dan ekonomi peternak.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer