Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gubernur NTB: Early Warning KPK Jadi Momentum Berbenah, Pemprov dan DPRD Bergerak Bersama

K
Penulis: Kimda Farida❯
RAKOR: Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal bersama Sekda NTB Abul Chair dan sejumlah pejabat saat Rakor dan Evaluasi Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan Daerah dan Pencegahan Korupsi di Graha Bhakti Praja, Kantor Gubernur NTB, Rabu–Kamis (2–3/9).
RAKOR: Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal bersama Sekda NTB Abul Chair dan sejumlah pejabat saat Rakor dan Evaluasi Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan Daerah dan Pencegahan Korupsi di Graha Bhakti Praja, Kantor Gubernur NTB, Rabu–Kamis (2–3/9).

Advertisement

 

LombokPost--Pemprov NTB tidak ingin menjadikan early warning Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai sekadar catatan evaluasi. Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal justru melihatnya sebagai kesempatan untuk mempercepat pembenahan tata kelola, memperkuat sistem pemerintahan, dan membangun komitmen bersama antara eksekutif, legislatif, dan seluruh aparatur.

Penegasan tersebut diungkapkan Gubernur Miq Iqbal ditemui usai Rapat Koordinasi Pemantauan dan Evaluasi Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan Daerah dan Pencegahan Korupsi dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Provinsi NTB di Graha Bhakti Praja, Kantor Gubernur NTB, Rabu–Kamis (2–3/9).

Advertisement

Menurut Gubernur Miq Iqbal, pembinaan dan pendampingan KPK bersama Kementerian Dalam Negeri; Badan Pengawasan Keuangan, Pembangunan (BPKP); dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) menjadi momentum penting untuk mempercepat koreksi dan pembenahan.

Pendampingan tersebut, kata Gubernur Miq Iqbal juga sejalan dengan harapan yang sebelumnya disampaikan kepada Menteri Dalam Negeri. Dengan pengalaman panjang sebagai Diplomat di Kementerian Luar Negeri, Gubernur Miq Iqbal melihat dinamika pemerintahan daerah bergerak sangat cepat sehingga membutuhkan pemahaman tata kelola yang terus diperkuat.

“Saya memiliki latar belakang sebagai diplomat dan selama ini banyak bergelut di Kementerian Luar Negeri. Memasuki pemerintahan daerah, saya menemukan dinamika yang sangat cepat. Karena itu, saya harus memastikan pemahaman terhadap tata kelola pemerintahan daerah terus diperkuat,” ujarnya.

Gubernur Miq Iqbal menyampaikan apresiasi kepada KPK, Kemendagri, dan BPKP yang memberikan pembinaan dan pendampingan kepada NTB, salah satu dari tujuh provinsi yang mendapatkan program tersebut.

“Terima kasih telah memilih memberikan early warning kepada kami. Ini merupakan kesempatan yang sangat berharga,” katanya.

Bagi Gubernur Miq Iqbal, early warning tersebut harus menjadi loncatan percepatan pembenahan NTB. Seluruh pimpinan perangkat daerah harus menjadikan hasil pembinaan sebagai cut off untuk memperbaiki sistem dan cara kerja birokrasi.

“Apa yang telah terjadi di masa lalu biarlah menjadi pelajaran. Mulai hari ini, mari kita berkomitmen membangun birokrasi yang lebih baik dan lebih profesional,” tegasnya.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Gubernur NTB Minta Percepat Status Desa Adat dan Cagar Budaya Sade

Gubernur NTB Minta Percepat Status Desa Adat dan Cagar Budaya Sade

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mendorong percepatan penetapan Desa Wisata Sade sebagai desa adat sekaligus cagar budaya.

Gubernur Iqbal dan Urgensi Reformasi Birokrasi di NTB

Gubernur Iqbal dan Urgensi Reformasi Birokrasi di NTB

Ukuran keberhasilan reformasi birokrasi bukan apakah sebuah pemerintahan tidak pernah memiliki masalah.

Berkat Juara Internasional Santri Trensains Tebuireng Asal NTB Dapat Apresiasi Gubernur Jatim

Berkat Juara Internasional Santri Trensains Tebuireng Asal NTB Dapat Apresiasi Gubernur Jatim

Azra Aqila Yusni, santri asal NTB, meraih penghargaan internasional dan mendapat apresiasi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer