
LombokPost-Pemprov NTB menurunkan tim untuk mengecek status dan kondisi lokasi tambang rakyat di Desa Lantung, Kecamatan Lantung, Kabupaten Sumbawa. Sebelumnya terjadi bencana tanah longsor yang menewaskan tiga penambang, Sabtu (5/9) malam.
Kepala Dinas ESDM NTB Samsudin mengatakan, tim tersebut diterjunkan bersama inspektur tambang Kementerian ESDM dan unsur penegakan hukum. Dilakukan untuk memastikan kondisi serta status kawasan pertambangan di lokasi kejadian.
“Teman-teman kami sudah berangkat bersama inspektur tambang Kementerian ESDM dan mungkin bagian gakkum untuk mengecek lokasi,” kata Samsudin, Senin (7/9).
Pengecekan dilakukan untuk memastikan lokasi tambang tersebut berada dalam wilayah Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) atau di luar. Hal itu penting, karena status kawasan akan menentukan langkah pemerintah, dan aparat penegak hukum (APH) selanjutnya. “Kabarnya masih simpang siur, makanya kami harus mengecek detailnya,” jelas dia.
Tim diperkirakan berada di lapangan selama dua hari ke depan. Selain mengidentifikasi lokasi, tim juga akan memverifikasi kondisi serta kronologi kejadian untuk menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan langkah berikutnya.
Jika lokasi tersebut berada dalam wilayah WPR, pemerintah akan melihat kewajiban pemilik izin. Termasuk langkah-langkah yang telah dilakukan dalam menjalankan aktivitas pertambangan.
Sebaliknya, bila berada di luar WPR, aktivitas tersebut dikategorikan ilegal, penanganannya menjadi ranah aparat penegak hukum (APH). Karena itu, pihaknya memilih memastikan terlebih dahulu status kawasan melalui pengecekan langsung di lapangan.
“Kami merasa sangat prihatin dengan adanya musibah yang menyebabkan korban jiwa dan mengucapkan belasungkawa kepada korban yang meninggal dunia serta keluarganya,” katanya.
Ke depan, Pemprov NTB bersama Pemkab Sumbawa, perlu membangun komitmen bersama untuk mencegah kejadian serupa. “Perlu koordinasi lebih intens, langkah-langkah preventif dan persuasif untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak kita inginkan seperti kejadian di Lantung,” terangnya.
Samsudin juga mendukung penghentian aktivitas di lokasi setelah kejadian longsor. Berdasarkan informasi yang diterimanya, Aparat kepolisian juga telah melakukan pengamanan di lokasi kejadian dengan memasang garis polisi serta melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mengetahui penyebab pasti terjadinya longsor.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




