
LombokPost-Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) NTB merespons Tunjangan Profesi Guru (TPG) di NTB, periode Juli–Oktober 2026 yang belum disalurkan.
“Memang ada keterlambatan,” kata Kepala Bidang PPA II Kanwil DJPb NTB Adi Widyandana.
Dijelaskannya, keterlambatan tersebut bukan disebabkan kurangnya ketersediaan anggaran di Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Melainkan, rekening penerima TPG yang tidak aktif atau berstatus pasif.
Adi menjelaskan, sebagian guru ternyata ada yang menggunakan rekening baru untuk menerima TPG, bukan rekening yang selama ini digunakan untuk menerima gaji dari pemerintah.
Akibatnya, rekening baru tersebut diperlakukan seperti rekening masyarakat pada umumnya, dan berisiko menjadi pasif ketika saldo dikuras habis tanpa transaksi lanjutan, bahkan terkena biaya administrasi.
Sebaliknya, rekening gaji tidak diperlakukan demikian, karena sudah diatur oleh bank sebagai payroll account. “Sekalipun saldonya minimal dan sebulan tidak ada transaksi lagi, rekeningnya tidak menjadi pasif,” jelasnya.
Baca Juga: TPG Guru Non-ASN Belum Cair Sejak Juli, PGRI Desak Pemerintah Segera Bayar
Ini mengakibatkan pihak Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) harus melakukan verifikasi dan validasi ulang. Proses ini jelas membutuhkan waktu karena persoalan serupa terjadi di berbagai daerah di Indonesia. “Nggak hanya terjadi di NTB saja, ini se Indonesia,” kata dia.
Kemenkeu telah menyiapkan anggaran senilai Rp 1,31 triliun telah untuk 43 ribu guru berstatus PNS di seluruh NTB. “Kalau mau disalurkan sekarang juga bisa. Tapi kalau masuk ke rekening belum tentu. Bisa mental lagi, nanti ke retur lagi,” terang Adi.
Kondisi ini menjadi salah satu hambatan yang sedang dikoordinasikan lebih lanjut dengan pihak perbankan. Kanwil DJPb NTB juga telah mengusulkan kepada pemerintah pusat, agar mencari solusi atas persoalan rekening pasif tersebut.
Menurutnya, sistem penyaluran TPG pada dasarnya sudah berjalan dengan mekanisme yang tersedia. Namun, ketepatan data dan pemahaman penerima mengenai pengelolaan rekening perlu diperkuat.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




