Dikes NTB Dorong Perluasan Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi Petani Tembakau

LombokPost-Petani tembakau menghadapi sejumlah risiko kesehatan akibat paparan sinar ultraviolet, debu halus, hingga nikotin selama bekerja. “Risikonya memang tidak main-main,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB HL Hamzi Fikri, Senin (26/10).
Menurut Hamzi, perlindungan petani tembakau perlu dilakukan melalui dua upaya, yakni pemeriksaan kesehatan secara berkala dan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.
Petani tembakau menjadi salah satu kelompok pekerja rentan yang belum banyak terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Mereka tersebar di delapan kabupaten di NTB, yakni Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Utara, Lombok Barat, Sumbawa, Sumbawa Barat, Dompu, dan Bima.
Baca Juga: Tim Satgas BKC NTB Amankan Belasan Ribu Batang Rokok dan Ribuan Gram Tembakau Ilegal di Lotim
Untuk memastikan bantuan perlindungan tepat sasaran, perlu dilakukan kembali pendataan dan verifikasi calon penerima, oleh petugas dinas ketenagakerjaan.
“Nanti akan ada petugas yang kembali mendata dan memverifikasi untuk memastikan sasaran yang benar-benar membutuhkan mendapatkan perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan,” jelasnya.
Dari sisi kesehatan, Dikes NTB mendorong penguatan pemeriksaan melalui puskesmas, termasuk program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Hamzi menilai, layanan tersebut perlu dilaksanakan secara rutin dengan memperhatikan risiko kesehatan yang dihadapi petani selama bekerja.
Salah satu yang perlu mendapat perhatian ialah gangguan penglihatan. Paparan sinar ultraviolet secara langsung dapat menjadi salah satu faktor yang mempercepat terjadinya katarak, selain proses degeneratif. Karena itu, pemeriksaan mata penting dilakukan untuk mendeteksi gangguan sejak dini.
Petani yang mengalami gangguan penglihatan dapat memeriksakan diri ke puskesmas, termasuk memanfaatkan layanan melalui BPJS Kesehatan. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan katarak yang membutuhkan tindakan lebih lanjut, pasien dapat menjalani operasi melalui rumah sakit mata.
Hamzi juga mengingatkan petani agar mengurangi paparan sinar matahari secara langsung dengan menggunakan pelindung yang sesuai. Penggunaan kacamata hitam dapat membantu melindungi mata, sedangkan caping berukuran lebar bisa mengurangi paparan sinar matahari ke bagian kepala dan wajah saat bekerja di lahan.
“Kalau keluar seperti kita ini, berjemur-jemur itu mending pakai kacamata hitam, supaya tidak langsung kena paparan itu,” ujarnya.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




