Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

BKNI-RI Launching Pembebasan Lahan Faskes Lansia

Baiq Farida • Senin, 7 Desember 2020 | 13:41 WIB
LAUNCHING: Ketua Presidium BKNI-RI Tri Harsono (dua dari kiri) saat melakukan launching penyerahan cek tunai dana pembayaran lahan faskes BKNI-RI di 8 kabupaten se-Provinsi NTB di Hotel Aston Mataram, Sabtu (5/12/2020) lalu.
LAUNCHING: Ketua Presidium BKNI-RI Tri Harsono (dua dari kiri) saat melakukan launching penyerahan cek tunai dana pembayaran lahan faskes BKNI-RI di 8 kabupaten se-Provinsi NTB di Hotel Aston Mataram, Sabtu (5/12/2020) lalu.
MATARAM-Badan Ketahanan Nasional dan Internasional (BKNI) Republik Indonesia melaunching penyerahan cek tunai dana pembayaran lahan faskes BKNI-RI di 8 kabupaten se-Provinsi NTB. Penandatanganan kerja sama antara PT Surya Atap Logam dengan mitra se-Provinsi NTB dilaksanakan di Hotel Aston Mataram, Sabtu (5/12/2020) lalu.

"Pembangunan faskes BKNI-RI adalah program kemanusiaan. Ini adalah rangkaian program menyelamatkan bangsa Indonesia," jelas Ketua Presidium BKNI-RI Tri Harsono.

Dia memaparkan tujuan dibentuknya BKNI-RI untuk mengangkat dan mewujudkan cita-cita pembangunan adil dan sejahtera. Melalui BKNI-RI, pemerintah membangun program skala nasional dan internasional. Membangun fasilitas kesehatan di seluruh wilayah Indonesia.

Tri Harsono menjelaskan pembangunan faskes BKNI-RI sudah direncanakan jauh sebelumnya. Dari sisi legalitas lahan dan dukungan pemerintah serta masyarakat setempat. Sehingga ketika semua sudah clear, BKNI-RI bisa memberikan pembayaran lahan.

Faskes yang akan dibangun nanti dijelaskannya bisa menjadi penyangga untuk ketahanan RI. Karena akan dimanfaatkan lansia yang akan datang dari mancanegara. "Ketika mereka datang berwisata melihat keindahan alam di Nusa Tenggara Barat atau di Pulau Lombok, itu bisa menyerap tenaga kerja," paparnya.

Setiap titik pembangunan faskes diyakini bisa menyerap 3.000 tenaga kerja. Di setiap provinsi bisa menyerap poluluhan ribu. Sehingga BKNI-RI berharap semua pihak bisa mewujudkan pembangunan ini.

Setelah terbangun, faskes ini dikatakan Tri akan memjadi milik bersama. Meskipun sumber anggarannya berasal dari dana lansia di 209 negara. "Mereka ingin datang ke Indonesia untuk berwisata enam bulan. Satu bulan dikenakan biaya Rp 100 juta. Kalau satu negara mengirim 1.000 lansia, maka devisanya sangat tinggi membantu negara," paparnya.

Di luar negeri, lansia dibiayai negara. BKNI-RI kemudian membuat koordinasi kolektif di 209 negara dan Indonesia dipilih menjadi tuan rumah pembangunan faskes lansia. Ini diyakini akan berdampak pada geliat ekonomi lokal dan menyerap lapangan kerja. Ini murni untuk negara bukan politik.

Di NTB, faskes akan dibangun di Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Utara, Sumbawa, Bima hingga Dompu. Luasnya di masing-masing titik lima hektare. Targetnya sembilan hektare. Agar bisa menampung 100-200 lansia. "Total anggaran untuk wilayah NTB Rp 81 miliar. Itu di luar anggaran alat kesehatan yang lainnya. Tahun ini pembebasan lahan, kalau clear and clean tahun ini. Tahun depan bisa mulai konstruksi," paparnya. (ton/r10)

 

 

  Editor : Baiq Farida
#Pembebasan Lahan Faskes #BKNI-RI #Ketua Presidium BKNI-RI Tri Harsono #Cek Tunai Pembayaran