Ia mengatakan, saat pelaksanaan MotoGP dari 18 hingga 20 Maret, penerapan protokol kesehatan (prokes) harus benar-benar dijalankan. Mulai dari masyarakat Loteng sebagai tuan rumah hingga penonton dan pembalap yang berlaga di MotoGP.
”Prokes ini harus terjaga dengan baik,” tegasnya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB H Sahdan mengatakan, masker dan hand sanitizer akan disebar di seluruh wilayah Loteng. ”Sudah mulai kita bagikan hari ini (kemarin, Red),” kata Sahdan.
Pembagian dilakukan pada titik-titik keramaian masyarakat. Seperti pasar tradisional, pusat perbelanjaan, hingga destinasi wisata yang ada di Loteng.”Petugas akan menyisir pasar-pasar juga,” ujarnya.
Kemudian, saat event MotoGP dari 18 hingga 20 Maret, petugas bakal konsentrasi di sekitar areal Pertamina Mandalika International Street Circuit. Berada di pintu-pintu masuk untuk membagikan masker serta hand sanitizer kepada seluruh penonton MotoGP. ”Tiga hari selama event, kita fokus ke titik acara,” sebut Sahdan.
Sahdan mengatakan, pembagian masker sebagai upaya menekan penyebaran covid. Adanya MotoGP di Mandalika diharapkan membawa berkah. Meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Bukan sebaliknya, MotoGP menjadi klaster baru atas lonjakan kasus covid.
”Yang penting sekarang bagaimana masyarakat NTB ini sehat, termasuk semua yang terlibat di MotoGP. Makanya kita tekankan prokes dan vaksin,” katanya.
Menjelang MotoGP pemerintah melonggarkan sejumlah kebijakan. Salah satunya soal karantina. Sehingga pembalap bisa dengan mudah bersosialisasi dengan masyarakat sekitar.
Sahdan mengatakan, ada petugas yang tetap mengawal setiap pembalap saat aktivitas mereka di luar hotel. Untuk memastikan setiap orang yang berada dekat dari pembalap itu sehat dan bebas dari covid.
”Semua petugas ini, sudah diinstruksikan menerapkan prokes sesuai dengan kondisi di lapangan,” tandas Sahdan. (dit/r5) Editor : Rury Anjas Andita