"Pemberangkatan Lombok langsung Bintulu Sarawak. Yang terbaru sekitar 200 PMI," jelas Komisaris Utama PT Cipta Rezeki H Edy Sofian kepada Lombok Post.
Haji Edy, sapaannya memyampaikan jika Sime Darby adalah perusahaan pertama yang memberangkatkan PMI dari Lombok langsung ke Bintulu Sarawak menggunakan pesawat carter. Selama ini, PMI dari Lombok biasanya naik pesawat dengan rute Bandara Internasional Lombok menuju Bandara Juanda Surabaya. Kemudian dari Surabaya bergerak ke Pontianak.
"Baru dari Pontianak ke Bintulu Sarawak naik bus 25 sampai 30 jam," bebernya.
Namun dengan didatangkannya pesawat carter, perjalanan panjang para PMI kini bisa lebih singkat. Sehingga mereka tidak kelelahan dalam perjalanan. "Sime Darby memang perusahaan yang sangat perduli pada PMI," ucapnya.
Ini yang membuat selama 25 tahun menjalin kerja sama dengan perusahaan ini. Sime Darby menjadi perusahaan yang berkomitmen memperhatikan kenyamanan dan kesejahteraan para PMI.
Selama tahun 2023 ini, Haji Edy menyampaikan jika perusahaannya telah mengirim sekitar 2.000 PMI asal Lombok ke Malaysia. Mereka berasal dari berbagai kabupaten kota yang ada di NTB. Ini sekaligus membantu pemerintah dalam menyiapkan lapangan kerja bagi masyarakat.
Sejak awal komitmen PT Cipta Rezeki Utama adalah membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan lapangan kerja. Mereka bisa bekerja di perkebunan sawit Malaysia untuk memperbaiki kondisi ekonomi keluarganya. Di Malaysia, PMI asal Lombok mendapatkan upah minimun Rp 5-6 juta. Jika ditambah dengan lembur, mereka bisa mendapatkan gaji per bulannya mencapai puluhan juta rupiah. (ton/r10) Editor : Baiq Farida