LombokPost-Penjabat Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) NTB Hj Lale Prayatni Gita Ariadi terus mendorong peningkatan sumber daya manusia dan kualitas produk fashion dan kriya NTB. “Dalam rangka mendukung cita-cita Indonesia sebagai salah satu kiblat fashion dunia, Provinsi NTB mengambil peran aktif untuk turut menjadi bagian perkembangan fashion,” kata Pj Ketua Dekranasda NTB Bunda Lale saat membuka kegiatan Inkubasi Fashion Batch II dan Kriya Batch I di di Gedung Sangkareang, Kantor Gubernur NTB, kemarin (6/5).
Menurut Bunda Lale, kegiatan tersebut adalah bentuk pengembangan dan pelatihan bidang wastra para pelaku desainer fashion. Sehingga produk wastra NTB memiliki nilai jual yang lebih baik, melalui produk yang kompatibel dengan trend dan permintaan pasar global.
Selain itu, kegiatan tersebut menjadi manifestasi konkret dalam memperjuangkan keberlangsungan teknik kriya tradisional, dan memperluas pasar produk kriya lokal. Serta memfasilitasi regenerasi kriya dengan mendorong pasrtisipasi aktif generasi muda dalam memelihara dan mengembangkan tradisi kriya yang kaya dan beragam.
Kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan memberikan bantuan langsung kepada para perajin baik fashion maupun kriya. Tapi juga menciptakan fondasi yang kokoh bagi pertumbuhan keberlanjutan sektor kriya dan fashion di NTB.
”Pada gilirannya akan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat dan ekonomi lokal secara luas,” kata Bunda Lale.
Dekranasda NTB berharap akan muncul desainer dan perajin yang mempunyai mental dan kualitas nasional bahkan internasional. ”Regenerasi menjadi hal utama yang harus kita tekankan dalam pengembangan kriya dan fashion,” jelas Bunda Lale.
Bunda Lale juga menegaskan, yang terpenting dalam kegiatan tersebut adalah menanamkan motivasi dan semangat peserta untuk terus berkarya dan mengembangkan bakat serta potensi di bidang fashion dan kriya.
Semangat dan motivasi dalam berkarya sangat dibutuhkan sebagai modal utama dalam menghadapi berbagai rintangan dan untuk menghasilkan karya yang membanggakan.
Ketua Indonesia Fashion Chamber (IFC) Bali NTB, Cyndi Lavina Putri mengatakan, kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan pelatihan, bimbingan, dan pendampinganbaik secara offline dan online. Peserta berkesempatan belajar dari mentor yang berpengalaman dan memiliki keahlian di bidang masing-masing. Diharapkan peserta dapat mengembangkan keterampilan dan bisnis di bidang fashion dan kriya.
“Program ini diharapkan akan melahirkan bakat baru dan produk kreatif yang dapat memperkaya industri kreatif di NTB,” katanya.
Sebelumnya, dalam upaya mendukung peningkatan SDM, kualitas produk fashion, dan kriya NTB, Dekranasda NTB melibatkan para desainer untuk tampil di kancah nasional. Salah satunya, Dekranasda NTB bersama sembilan desainer berpartisipasi pada perhelatan Indonesian Fashion Week (IFW) 2024 beberapa waktu lalu.
Menurut Bunda Lale, keikutsertaan NTB dalam acara tersebut sebagai upaya mempromosikan wastra (tenun) NTB ke kancah nasional maupun internasional.
“Para desainer lokal mampu menunjukkan hasil karya terbaik dan semakin dikenal masyarakat peminat fashion secara luas,” katanya.
Menurut Bunda Lale, IFW merupakan salah satu wadah strategis pelaku sektor fashion dalam rangka peningkatan kualitas desain dengan mengangkat budaya dan kearifan lokal. “Budaya adalah ciri khas yang dapat menarik konsumen. Dan menjadi salah satu pendorong munculnya kreativitas baru dalam mendesain busana,” jelasnya.
IFW juga sebagai sarana memperkenalkan wastra NTB melalui brand-brand fashion lokal sehingga dapat dinikmati masyarakat luar NTB. “Para desainer kita mempersembahkan pertunjukan fashion dengan mengangkat wastra NTB. Yaitu dari Sukarara, Pringgasela, Sumbawa, Bima,” jelasnya. (lil)
Editor : Haliludin