LombokPost - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menyampaikan apresiasi terhadap program Desa Berdaya yang diluncurkan Pemerintah Provinsi NTB.
Menurut Yandri Susanto, program Desa Berdaya selaras dengan program pemerintah pusat.
Ini sekaligus sebagai wujud komitmen Pemerintah Provinsi NTB dalam membangun desa.
“Provinsi NTB sebagai daerah dengan semangat perjuangan yang kuat dan layak menjadi basis kemajuan desa di Indonesia,” kata Yandri Susanto di Auditorium Kantor Bupati Lombok Tengah, Sabtu (13/12).
Mendes PDT Yandri Susanto didampingi Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menghadiri Jambore Persatuan Anggota Badan Permusyawaratan Desa Seluruh Indonesia (PABPDSI) Provinsi NTB.
Menurut Yandri Susanto, Provinsi NTB memiliki masyarakat dan desa-desa yang luar biasa. Sehingga NTB sangat layak menjadi contoh kemajuan desa.
Karena itu, Yandri Susanto menegaskan pentingnya menyelaraskan seluruh program desa dengan kebijakan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
“Presiden Prabowo memiliki komitmen kuat mempercepat kesejahteraan rakyat melalui penguatan desa dan koperasi desa,” katanya.
Koperasi desa bukan gagasan kementerian, tetapi kebijakan langsung Presiden Prabowo. Tujuannya jelas, membalik ketimpangan ekonomi, mengangkat rakyat desa, dan membangun ekosistem ekonomi yang berkelanjutan.
Pemerintah pusat terus melakukan pendampingan dan pemberdayaan bersama pemerintah daerah. Agar hasil pertanian dan produk desa dapat terserap, dipasarkan dan didistribusikan secara adil.
Melalui Jambore PABPDSI NTB, Yandri Susanto berharap seluruh pemangku kepentingan desa semakin solid dalam mendukung program nasional menuju Desa Berdaya.
“Desa Berdaya adalah jalan memperkuat kesejahteraan masyarakat desa dan mendorong kemajuan Indonesia dari akar rumput,” katanya.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan, pembangunan Indonesia harus dimulai dari desa sebagai unit terkecil. Desa harus menjadi basis utama kemajuan daerah dan nasional.
“Presiden dan Mendes PDT telah berulang kali menegaskan membangun Indonesia harus dimulai dari bawah ke atas. Desa adalah pondasi pembangunan nasional,” kata Gubernur Miq Iqbal.
Menurut Gubernur Miq Iqbal, Jambore PABPDSI Provinsi NTB tersebut menjadi momentum penguatan komitmen desa dalam mendukung pelaksanaan program prioritas nasional menuju Desa Berdaya.
“Karena pentingnya pembangunan desa, Pemerintah Provinsi NTB saat ini tengah menjalankan program Desa Berdaya. Program ini dirancang untuk memperkuat kemandirian dan daya saing desa,” katanya.
Program Desa Berdaya terbagi dalam beberapa level. Yaitu Desa Berdaya Transformatif yang menyasar 106 desa dengan kategori kemiskinan ekstrem. Desa Berdaya Reguler serta Desa Berdaya Tematik bagi desa-desa dengan potensi khusus seperti pertanian, agromaritim dan agroforestry.
Gubernur Miq Iqbal juga meminta dukungan penuh dari seluruh Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) agar program Desa Berdaya dapat berjalan optimal di seluruh wilayah NTB.
“Desa menjadi perhatian utama pembangunan, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota,” katanya.
Launching Program Desa Berdaya
Desa Berdaya adalah salah satu dari sepuluh program prioritas pemerintahan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dan Wakil Gubernur Indah Dhamayanti Putri.
Program tersebut bertujuan untuk memperkuat fondasi pembangunan desa dengan dukungan hibah keuangan dan pendampingan program berkelanjutan.
Selain itu, program tersebut memastikan potensi sosial ekonomi desa terkelola dengan baik, modal sosial terjaga, ketahanan pangan terjamin, dan jumlah orang miskin berkurang signifikan.
Pemprov NTB akan melaunching program Desa Berdaya pada 16 Desember 2025 sekaligus menjadi kado peringatan HUT ke-67 Provinsi NTB. Kegiatan tersebut menjadi tonggak awal perubahan besar dalam pembangunan desa menuju NTB Makmur Mendunia.
Kepala Dinas Kominfotik NTB Yusron Hadi mengatakan, program Desa Berdaya adalah wujud nyata pembangunan inklusif dan kolaboratif yang berangkat dari desa.
Program tersebut diharapkan dapat mempercepat penurunan kemiskinan ekstrem, memperkuat ketahanan pangan, serta mendorong pariwisata berkualitas dan berkelanjutan.
Program tersebut dijalankan melalui dua pendekatan. Yakni Desa Berdaya transformatif yang fokus pada 106 desa miskin ekstrem dengan total 16.876 kepala keluarga atau 44.013 jiwa.
Selanjutnya Desa Berdaya tematik, mencakup 1.166 desa dan kelurahan di NTB, dengan prioritas pada 336 desa miskin absolut. Programnya fokus pada pengembangan pertanian, peternakan, pariwisata, energi terbarukan, serta ekonomi kreatif melalui kolaborasi lintas sektor dan inovasi komunitas. (lil/r3)
Editor : Jelo Sangaji