LombokPost-Ketika lonceng tahun siap berganti, Wakil Bupati (Wabup) Lombok Tengah M Nursiah mengajak seluruh masyarakat untuk menengok ke dalam hati. Bukan dengan hura-hura, melainkan dengan khidmat, kebersamaan dan doa.
Melalui Surat Edaran Nomor 132/238/Tapem/2025 tentang Himbauan Doa bersama Malam Pergantian Tahun Baru 2026, Pemerintah Kabupaten (pemkab) Lombok Tengah menyerukan agar malam pergantian tahun 2026 dijadikan sebagai momentum spiritual.
“Ini adalah panggilan untuk bersatu dalam keprihatinan, mengenang saudara-saudara kita yang didera bencana, dari Aceh hingga Sumatera Barat, dan menjadikannya cambuk untuk meningkatkan ikhtiar batin melalui doa bersama kepada Tuhan Yang Maha Esa,” ucap Wabup Lombok Tengah M Nursiah pada Koran ini, Senin (29/12).
Tahun baru 2026, kata Wabup Nursiah, Gumi Tatas Tuhu Trasna akan diisi dengan gema doa dari setiap sudut wilayah. Wabup pun menghimbau agar seluruh masyarakat, sesuai dengan keyakinan masing-masing, mengisi malam sakral tersebut dengan doa bersama di rumah-rumah ibadah.
Menurutnya, dengan doa bersama ini menjadi kesempatan emas bagi seluruh masyarakat untum memperkuat tali persatuan, menyatukan langkah tanpa memandang perbedaan dalam satu harapan kolektif. Selain itu, mengasah kepedulian sosial dan menjadikan Lombok Tengah sebagai miniatur kerukunan dan kasih sayang.
Di bawah naungan langit Gumi Tastura, mantan Sekda Loteng ini mengajak masyarakat untuk menjadikan malam pergantian tahun 2026 sebagai titik awal yang penuh makna. Yaitu, sebuah malam di mana doa menjadi janji, ketenangan menjadi perayaan, dan kebersamaan menjadi kekuatan sejati untuk menyambut masa depan yang lebih berkah.
“Kami bersama Bapak Bupati Lalu Pathul Bahri mengajak semuanya untuk bersimpuh memohon agar daerah kita, keluarga kita, dan seluruh bangsa dijauhkan dari marabahaya, diberikan ketabahan, serta kekuatan untuk melalui setiap ujian yang datang,” ucap Ketua DPD II Partai Golkar Lombok Tengah ini.
Pada kesempatan itu, Wabup Nursiah mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan berhati-hati ketika berkunjung ke lokasi atau destinasi wisata baik di bagian utara dan selatan Loteng. Tentunya, pemkab Loteng telah berkoordinasi dengan TNI/Polri, Satpol PP Loteng dan Dishub Loteng untuk lakukan pengamanan di titik-titik keramaian selama libur nataru ini.
“Tentunya sudah diantisipasi oleh Pak Kapolres, Pak Dandim ya untuk pengamanan destinasi wisata pada momen liburan ini, baik yang ke sirkuit, Tanjung Aan, Mawun, Kuta, Selong Belanak, hingga ke bagian utara Lombok Tengah,” bebernya.
Terpisah, guna menjamin keamanan masyarakat dalam menyongsong perayaan malam pergantian tahun ini, Kodim 1620/Loteng telah meningkatkan status kesiapsiagaan personel sebagai langkah untuk mengantisipasi potensi kerawanan serta memastikan seluruh rangkaian kegiatan masyarakat berjalan dengan khidmat dan aman.
Dandim 1620/Loteng Letkol Arm Karimmuddin Rangkuti menegaskan, seluruh jajaran personel, mulai dari tingkat Makodim hingga Babinsa di setiap kelurahan, telah diperintahkan untuk memperketat pengawasan di titik-titik keramaian.
Fokus pengamanan meliputi pusat perbelanjaan, rumah ibadah, objek wisata, serta jalur-jalur protokol yang diprediksi akan menjadi titik kumpul massa.
“Kami tidak ingin lengah. Menjelang malam pergantian tahun, intensitas patroli dan siaga personel terus ditingkatkan. Sinergi dengan Polri dan Pemerintah Daerah menjadi kunci utama agar situasi tetap kondusif,” paparnya.
Selain aspek keamanan, Dandim juga menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam menjalankan tugas di lapangan.
Para prajurit diminta untuk tetap mengedepankan komunikasi persuasif kepada masyarakat, terutama dalam mengatur arus lalu lintas dan mencegah penggunaan kembang api atau petasan yang berlebihan yang dapat membahayakan keselamatan publik.
“Kami mengimbau masyarakat untuk merayakan malam tahun baru dengan bijak. Hindari euforia berlebihan yang dapat memicu konflik atau gangguan ketertiban umum. Mari kita tutup tahun ini dengan semangat positif dan menjaga kedamaian bersama,” tambahnya.
Pihaknya mengimbau kepada masyarakat dan wisatawan, agar tetap mematuhi aturan keselamatan, menjaga barang bawaan, serta mengikuti arahan petugas di lapangan. Dengan sinergi antara petugas kepolisian, instansi terkait dan masyarakat, diharapkan libur Nataru 2025/2026 dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif di Gumi Tatas Tuhu Trasna.
Editor : Pujo Nugroho