Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bali-NTB-NTT Berupaya Bangun Ekosistem Ekonomi Regional dan Perluas Akses Pasar Global

Yuyun Kutari • Senin, 2 Februari 2026 | 10:36 WIB
Ilustrasi ekspor komoditas daerah.
Ilustrasi ekspor komoditas daerah.

LombokPost - Pemprov Bali, NTB dan NTT memperkuat sinergi lintas daerah, dalam sektor industri dan perdagangan, melalui penandatanganan perjanjian kerja sama regional yang disebut KR BNN.

Kerja sama ini diarahkan tidak hanya sebagai dokumen perencanaan, tetapi sebagai landasan pelaksanaan program konkret yang mampu mendorong penguatan ekonomi regional secara berkelanjutan.

Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTB (Disperindag) NTB Irnadi Kusuma menegaskan bahwa perjanjian kerja sama (PKS) tersebut, harus ditindaklanjuti dengan langkah nyata di lapangan.

Menurutnya, tantangan utama dalam kerja sama antar daerah bukan pada penyusunan konsep, melainkan pada konsistensi dalam pelaksanaan.

“Yang paling penting dari kerja sama ini adalah tindak lanjutnya. PKS ini tidak boleh berhenti di atas kertas, tetapi harus diwujudkan dalam aksi nyata yang bisa langsung dirasakan oleh pelaku usaha dan masyarakat,” kata Irnadi.

Ia menjelaskan, kerja sama ini berangkat dari kebutuhan untuk memperkuat perdagangan komoditas unggulan daerah serta memperluas akses pasar, termasuk pasar ekspor.

Ketiga daerah memiliki karakteristik dan keunggulan yang saling melengkapi, sehingga kolaborasi dinilai menjadi strategi yang efektif untuk meningkatkan daya saing produk lokal.

Salah satu fokus utama kerja sama adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sektor industri dan perdagangan.

Irnadi menyebutkan, penguatan SDM dilakukan melalui fasilitasi program magang industri serta sertifikasi kompetensi bagi pelaku usaha, khususnya industri kecil dan menengah (IKM).

“Kalau kita ingin produk daerah bisa bersaing, baik di pasar antar daerah maupun ekspor, maka pelaku usahanya harus memiliki kompetensi. SDM ini harus kita perkuat bersama melalui kerja sama,” ujarnya.

Selain penguatan SDM, pemanfaatan teknologi berbasis inovasi menjadi pilar penting dalam kerja sama ini. Ketiga daerah sepakat untuk mendorong transfer dan penerapan teknologi tepat guna, khususnya pada industri pengolahan berbasis bahan baku lokal. Daerah yang telah lebih maju dalam penerapan teknologi, seperti Bali, diharapkan dapat menjadi mitra strategis bagi daerah lain.

“Transfer teknologi yang kita maksud bukan hanya sebatas pengetahuan, tetapi sampai pada penerapan langsung di industri. Misalnya teknologi pengolahan bahan baku, pengemasan, dan peningkatan kualitas produk,” jelas Irnadi.

Dalam konteks industri kreatif, kerja sama juga diarahkan pada penguatan kolaborasi IKM antar daerah, terutama dalam pengembangan desain produk, kemasan, dan standardisasi. Menurut Irnadi, kolaborasi ini penting agar produk unggulan daerah memiliki identitas yang kuat dan kualitas yang konsisten.

“Kita ingin ada kolaborasi yang nyata antar IKM, baik dari sisi desain, pengembangan produk, hingga standardisasi. Dengan begitu, produk kita lebih siap masuk ke pasar yang lebih luas,” katanya.

Di bidang pemasaran, kerja sama mencakup penguatan promosi dan branding produk unggulan daerah secara terpadu. Bentuknya meliputi penyediaan layanan informasi terkait pameran dagang, pertemuan bisnis, serta publikasi melalui media cetak dan elektronik.

Selain itu, promosi juga akan dilakukan melalui event-event budaya, promosi digital, dan pemanfaatan platform daring.

“Promosi ini kita lakukan secara bersama. Kita ingin produk unggulan daerah dikenal lebih luas, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di luar negeri,” ujar Irnadi.

Ia menambahkan, ketiga daerah juga akan saling berbagi informasi mengenai pasar potensial serta menyusun katalog produk lokal yang dapat diakses oleh calon pembeli dan mitra usaha.

Kerja sama ini semakin diperkuat melalui fasilitasi temu mitra antar pelaku usaha dalam bentuk business matching dan pasar lelang komoditas. Kegiatan ini diharapkan dapat mempertemukan produsen, distributor, dan pembeli dari ketiga daerah sehingga tercipta jejaring bisnis yang lebih kuat.

“Inilah bentuk konkret dari kerja sama perdagangan. Kita fasilitasi pelaku usaha untuk bertemu, berdiskusi, dan bertransaksi langsung,” jelas Irnadi.

Dalam upaya penguatan ekspor, Bali diposisikan sebagai hub ekspor bersama. Menurut Irnadi, Bali memiliki keunggulan dari sisi infrastruktur, konektivitas, dan pengalaman dalam perdagangan internasional, sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal oleh NTB dan NTT.

“Kita melihat Bali sudah sangat siap dari sisi ekspor. Karena itu, Bali kita dorong sebagai hub ekspor, sehingga produk-produk dari NTB dan NTT bisa ikut difasilitasi masuk ke pasar ekspor,” katanya.

Selain sektor industri dan ekspor, kerja sama lintas daerah ini juga menyasar pemenuhan barang kebutuhan pokok melalui perdagangan antarpulau.

Langkah yang ditempuh antara lain pertukaran data dan informasi stok serta harga bahan pokok secara berkala untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga di masing-masing daerah.

“Dengan pertukaran data stok dan harga, kita bisa saling membantu. Jika satu daerah surplus, maka bisa menyuplai daerah lain yang kekurangan,” ujar Irnadi.

Ia juga menekankan pentingnya fasilitasi kelancaran distribusi antar pulau, termasuk kemudahan penyeberangan dan transportasi, agar arus barang kebutuhan pokok dapat berjalan lebih efisien.

Irnadi menegaskan, kerja sama antara Bali, NTB, dan NTT akan terus diperkuat melalui komunikasi dan koordinasi intensif antar perangkat daerah.

PKS yang telah ditandatangani menjadi titik awal kolaborasi jangka panjang dalam membangun industri dan perdagangan daerah yang lebih kuat dan mandiri.

“Ujung dari semua ini adalah penguatan ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kita ingin ketiga daerah ini tidak lagi terlalu bergantung pada sektor pertambangan, tetapi tumbuh melalui industri, perdagangan, dan produk unggulan daerah,” pungkas Irnadi.

Editor : Jelo Sangaji
#sumber daya manusia #Kerja Sama #Bali #kolaborasi #Akses pasar #Harga Bahan Pokok #Mitra Usaha #regional #ekspor #NTB #ikm #perdagangan #sdm #pertemuan bisnis #Inovasi