LombokPost--Ketua Umum DPW BKPRMI Provinsi NTB H Jamaludin secara resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) Ke-III BKPRMI Kabupaten Lombok Tengah yang berlangsung di Masjid Baiturrahman, Montong Terep, Kecamatan Praya, Minggu (15/2) pagi.
Pembukaan ditandai dengan sambutan yang disampaikan H Jamaludin sekitar pukul 10.00 Wita.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Musda bukan sekadar ajang pergantian kepemimpinan, melainkan momentum penting untuk evaluasi dan konsolidasi organisasi.
"Musda adalah ruang muhasabah, ruang konsolidasi, dan ruang penyusunan arah perjuangan organisasi ke depan. Di sinilah kita mengevaluasi perjalanan, memperbaiki kekurangan, serta memperkuat komitmen untuk terus menghidupkan masjid sebagai pusat pembinaan umat," ujarnya di hadapan para peserta Musda.
Jamaludin mengingatkan bahwa tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini semakin kompleks, mulai dari arus digitalisasi, krisis moral, hingga perubahan sosial yang begitu cepat.
Menurutnya, semua itu membutuhkan peran aktif pemuda remaja masjid.
"Sebagai bagian dari keluarga besar BKPRMI, kita memiliki amanah besar: membina generasi muda agar dekat dengan masjid, cinta Alquran, berakhlakul karimah, serta memiliki kapasitas kepemimpinan yang tangguh," tegasnya.
Menyoroti potensi daerah, ia menyebut Lombok Tengah sebagai wilayah yang kaya dengan nilai religius dan tradisi keislaman yang kuat.
Ia berharap Musda ini melahirkan kepengurusan yang solid, visioner dalam perencanaan, profesional dalam pengelolaan program, serta mampu bersinergi dengan pemerintah dan seluruh elemen umat.
"Saya bahagia dengan digelarnya Musda ini. Atas nama Ketua Umum DPW BKPRMI Provinsi NTB, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada DPD BKPRMI Lombok Tengah atas terselenggaranya Musyawarah Daerah ini dengan baik dan penuh semangat kebersamaan," ungkapnya.
Lebih lanjut, Jamaludin menekankan pentingnya penguatan program-program unggulan BKPRMI.
Ia menginginkan Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Taman Kanak-Kanak Alquran (LPPTKA) terus berkembang, pembinaan remaja masjid semakin terstruktur, dan kegiatan sosial kemasyarakatan semakin menyentuh kebutuhan masyarakat.
"Kita ingin BKPRMI hadir bukan hanya sebagai organisasi, tetapi sebagai solusi bagi umat," imbuhnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengajak seluruh peserta untuk menjaga ukhuwah Islamiyah.
Menurutnya, perbedaan pilihan dan pandangan adalah hal yang wajar dalam demokrasi organisasi.
Namun setelah keputusan diambil, ia meminta semua pihak kembali bersatu.
"Jangan sampai Musda memecah, tetapi justru harus menguatkan," pesannya.
Jamaludin menegaskan komitmen DPW BKPRMI NTB untuk terus membersamai dan mendukung langkah-langkah strategis DPD Lombok Tengah ke depan.
Pihaknya ingin membangun sistem pembinaan yang berkelanjutan, kaderisasi yang kuat, dan kepemimpinan yang melahirkan generasi penerus perjuangan dakwah.
"Kami berharap hasil Musda ini akan mencetak pengurus yang amanah, transparan, visioner, dan berintegritas tinggi, sehingga ke depan mampu membawa organisasi ini lebih maju seiring perkembangan zaman saat ini," harapnya.
Di akhir sambutan, dia mengajak seluruh kader dan elemen masyarakat untuk selalu menjaga hubungan baik dan memperkuat sinergi sesuai fungsi dan peran masing-masing demi mewujudkan Lombok Tengah yang lebih maju, sejahtera, dan religius.
Musda Ke-III BKPRMI Lombok Tengah ini dihadiri puluhan kader dari berbagai kecamatan serta sejumlah tokoh masyarakat dan alim ulama setempat.
Editor : Kimda Farida