Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Paradoks Hormuz: Membaca Sinyal Global dari Mandalika

R
Penulis: Redaksi❯
Dr. Alfa Dera, S.H., M.H., M.M. (Kepala Seksi Intelijen Kejari Lombok Tengah)
Dr. Alfa Dera, S.H., M.H., M.M. (Kepala Seksi Intelijen Kejari Lombok Tengah)

Advertisement

LombokPost - Senja di pesisir Kuta Mandalika selalu punya cara ampuh untuk menjernihkan pikiran. Semburat jingga yang memantul di atas ombak seolah merangkul pulau ini dalam harmoni yang utuh.

Ketenangan yang terasa sangat kontras jika kita melirik layar gawai akhir-akhir ini, yang tak henti-hentinya dibombardir oleh hiruk-pikuk ketegangan global.

Namun, bagi seorang analis intelijen, bertugas di daerah yang tenang bukanlah penanda bahwa kita terputus dari denyut nadi dunia. Sebaliknya, ketenangan adalah ruang kontemplasi terbaik untuk membedah sinyal-sinyal samar dari seberang samudra dengan kepala dingin.

Belakangan ini, ada satu kecemasan yang sering mampir di obrolan warung kopi hingga ruang diskusi publik: bagaimana nasib ekonomi kita di daerah kalau ketegangan di Selat Hormuz benar-benar meledak?

Pertanyaan ini sangat logis. Selat Hormuz ibarat urat nadi bagi jantung energi dunia. Secara hitung-hitungan awam, percikan api sekecil apa pun di sana pasti akan langsung memicu lonjakan harga bensin.

Advertisement

Namun, jika fenomena ini kita bedah menggunakan pisau analisis perkiraan intelijen (intelligence estimation), lanskap masa depan yang terbentang ternyata jauh lebih menarik dan melegakan daripada sekadar ketakutan akan inflasi sesaat.

Belajar dari Teori Akselerasi

Dalam dunia intelijen strategis, kita mengenal konsep pengenalan pola (pattern recognition). Mari putar waktu sejenak ke periode pertama administrasi Donald Trump, yang kebetulan beririsan dengan hantaman pandemi global Covid-19.

Secara akademis, pandemi saat itu bertindak sebagai akselerator paksaan (forced accelerator) sebuah tekanan eksternal mahadahsyat yang memaksa umat manusia melakukan lompatan evolusi. Digitalisasi yang diprediksi pakar butuh waktu adaptasi satu dekade, mendadak terwujud masif hanya dalam hitungan bulan.

Kita dipaksa lincah menggunakan teknologi virtual demi satu alasan mutlak: bertahan hidup. Hari ini, di ambang periode kedua administrasi yang sama, sebuah pola berulang mulai terbentuk. Bedanya, "tekanan eksternal" kali ini bukan virus mikroskopis, melainkan ketegangan geopolitik dan unjuk kekuatan militer. Jika dulu pedal gas ditekan paksa menuju dunia digital, kini yang dipaksa berlari kencang menerjang batas adalah transisi energi bersih.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Ponsel Gratis dan Rekening Digital: Strategi Baru Pemerintah

Ponsel Gratis dan Rekening Digital: Strategi Baru Pemerintah

Pemerintah berencana bagi-bagi ponsel dan rekening digital gratis bagi WNI unbanked untuk tekan ekonomi abu-abu. Simak skema lengkapnya.

Bupati Lotim Minta Masyarakat Waspadai Judi Online dan Ancaman Siber

Bupati Lotim Minta Masyarakat Waspadai Judi Online dan Ancaman Siber

Bupati Lombok Timur Haerul Warisin mengingatkan masyarakat agar mewaspadai ancaman siber dan penyalahgunaan ruang digital, termasuk judol.

Cegah Kebocoran Pendapatan, Bupati Lotim Wajibkan OPD  Sediakan Pembayaran Digital

Cegah Kebocoran Pendapatan, Bupati Lotim Wajibkan OPD Sediakan Pembayaran Digital

Bupati Lombok Timur (Lotim) Haerul Warisin menekankan semua OPD penghasil Pendapatan Asli Daerah agar memiliki kanal pembayaran digital.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer