Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menuju Perdamaian yang Tertunda

R
Penulis: Redaksi❯
OPINI
OPINI

Advertisement

LombokPost - Dunia kembali menoleh ke Islamabad, namun kali ini bukan sebagai panggung keberhasilan diplomasi, melainkan sebagai saksi dari kegagalan awal menuju perdamaian.

Setelah euforia gencatan senjata bersyarat selama dua pekan yang disepakati pada 7 April 2026, harapan akan lahirnya kesepakatan damai permanen antara Amerika Serikat dan Iran harus menghadapi realitas pahit: perundingan putaran pertama berakhir tanpa kesepakatan substantif.

Kegagalan ini menegaskan bahwa menghentikan perang jauh lebih mudah dibandingkan mengakhiri permusuhan.

Secara faktual, kebuntuan terjadi karena perbedaan mendasar pada isu-isu strategis yang sejak awal telah menjadi sumber konflik.

Sepuluh poin tuntutan Iran mulai dari pencabutan sanksi hingga pengakuan hak pengayaan uranium tidak mendapatkan respons penuh dari Washington.

Advertisement

Amerika Serikat cenderung mengedepankan pendekatan bertahap (incremental approach), sementara Iran menuntut jaminan komprehensif dan simultan. Di sinilah letak paradoks diplomasi: kedua pihak sama-sama menginginkan perdamaian, tetapi dengan definisi keadilan yang berbeda.

Dari perspektif moralitas global, kegagalan ini membuka pertanyaan yang lebih dalam: apakah gencatan senjata sebelumnya memang diniatkan sebagai langkah menuju perdamaian, atau sekadar jeda taktis untuk reposisi strategis?

Dalam kerangka Just War Theory yang dikembangkan oleh Michael Walzer melalui karyanya Just and Unjust Wars, kondisi ini menunjukkan bahwa prinsip jus post bellum belum benar-benar terpenuhi.

Perdamaian tidak cukup hanya menghentikan kekerasan, tetapi harus menghadirkan keadilan yang dapat diterima oleh semua pihak.

Lebih jauh, kegagalan ini memperlihatkan rapuhnya fondasi negative peace yakni ketiadaan kekerasan yang tidak diikuti oleh positive peace, yaitu keadilan struktural. Seperti yang pernah ditegaskan oleh Albert Einstein, perdamaian sejati tidak bisa dibangun di atas tekanan, melainkan pada pemahaman.

Advertisement
Editor : Redaksi
Sumber : Lombok Post
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Harga Apple iPad Mini Naik Jadi Rp 12,7 Jutaan, Ini Pembaruan Fiturnya

Harga Apple iPad Mini Naik Jadi Rp 12,7 Jutaan, Ini Pembaruan Fiturnya

Apple menaikkan standar iPad mini melalui generasi terbaru yang dibekali layar OLED, chip A20 Pro, dan desain lebih tipis.

Gara-gara Trump, Kualitas Demokrasi AS Merosot ke Level Terendah dalam 50 Tahun

Gara-gara Trump, Kualitas Demokrasi AS Merosot ke Level Terendah dalam 50 Tahun

Kualitas demokrasi AS turun ke level terendah dalam 50 tahun akibat kebijakan eksekutif Presiden Donald Trump, menurut laporan IDEA.

Produk Bale Rattan Lombok Tembus Etalase Amerika Serikat

Produk Bale Rattan Lombok Tembus Etalase Amerika Serikat

Bukan sekadar dipajang dalam pameran, produk UMKM Bale Rattan Lombok kini telah mendapat respons awal dari sejumlah pembeli di New York mela

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer