Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ketika Gunting Pita Lebih Tajam dari Mesinnya

R
Penulis: Redaksi❯
Anwar Fachry (Dosen Fakultas Peternakan, Universitas Mataram)
Anwar Fachry (Dosen Fakultas Peternakan, Universitas Mataram)

Advertisement

LombokPost - Ada sebuah ironi yang terlalu pahit untuk sekadar ditertawakan. Di kawasan BRIDA NTB, berdiri sebuah pabrik pakan ternak, lengkap dengan mini feedmill, seed processing, dan corn dryer, yang sejak diresmikan pada September 2023 belum sekalipun menyalakan mesinnya.

Ia berdiri tegak, kokoh secara fisik, namun mati secara fungsi. Seperti patung pahlawan di alun-alun kota: megah dipandang, tak ada yang tahu apa sesungguhnya yang ia perjuangkan.

Kita perlu bertanya dengan jujur, bukan untuk mencari tumbal, melainkan karena bangsa yang enggan belajar dari kegagalannya sendiri adalah bangsa yang rajin mengulang kesialan lama dengan kostum baru.

Pabrik itu diresmikan. Artinya ada gunting pita. Artinya ada foto-foto resmi. Artinya ada pidato panjang tentang industrialisasi, kemandirian pakan ternak, dan masa depan Bumi Gora yang gemilang. Lalu, senyap. Mesin tak berputar.

Investor Malaysia, PT Taza Industri Internasional, hanya membayar sewa tahun pertama, kemudian berhenti, karena pabrik yang mereka sewa tak pernah bisa beroperasi. Sebabnya? Mesin sudah rusak sejak awal. Bukan rusak di tengah jalan. Rusak sebelum perjalanan dimulai.

Advertisement

Kepala BRIDA NTB I Gede Putu Aryadi mengajukan pertanyaan yang tepat kepada investor: "Kalau Anda tahu mesin rusak, kenapa tanda tangan kontrak?"

Pertanyaan itu sah dan perlu. Tetapi pertanyaan yang sama, dengan bobot yang sama beratnya, selayaknya juga diajukan ke cermin birokrasi kita sendiri: kalau mesin rusak sejak awal pengadaan, bagaimana bisa fasilitas itu diresmikan dengan penuh kebanggaan? Siapa yang menandatangani berita acara serah terima? Siapa yang memberi restu pada gunting pita itu?

Inilah yang dalam bahasa teknis disebut kegagalan due diligence, dan dalam bahasa rakyat disebut: tidak sungguh-sungguh memeriksa sebelum mengumumkan. Kita hidup di era di mana peresmian telah berubah menjadi tujuan akhir, bukan penanda bahwa sesuatu telah selesai dibangun dengan benar. Pita digunting bukan karena pekerjaan tuntas, tetapi karena ada momentum politik yang tidak boleh terlewat. Akibatnya, yang matang secara seremonial sering kali mentah secara teknis. Yang sempurna di depan kamera, rapuh di depan kenyataan.

Sebagai dosen peternakan, saya harus bicara dari sisi yang paling nyata: NTB punya jagung berlimpah, peternak unggas yang tersebar dari ujung Lombok hingga pelosok Sumbawa, dan kebutuhan pakan lokal yang selama ini dipasok dari luar daerah dengan harga yang mencekik. Semua unsur industrialisasi pakan ternak sudah tersedia. Yang absen bukan visi. Yang absen adalah keseriusan mengawal visi itu sampai ke baut terakhir mesin yang seharusnya berputar.

Langkah Kepala BRIDA meminta audit menyeluruh kepada Inspektorat NTB patut diapresiasi. Setidaknya ada keberanian membuka luka, bukan menutupnya dengan perban kosmetik. Namun audit yang dibutuhkan bukan sekadar audit administratif yang menghitung kertas dan angka. Yang dibutuhkan adalah audit forensik teknis: bedah menyeluruh terhadap spesifikasi pengadaan, proses verifikasi mesin, dan siapa yang mengesahkan layak operasi ketika kenyataannya tidak layak sama sekali.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Investor Berdatangan, Infrastruktur Mandalika Perlu Diperkuat

Investor Berdatangan, Infrastruktur Mandalika Perlu Diperkuat

Gelaran MotoGP Mandalika 2026 semakin menarik minat investor untuk mengembangkan kawasan pariwisata Mandalika, Lombok Tengah

Investor Global Ikut Membangun Mandalika, Okupansi Hotel Saat MotoGP 2026 Tembus 100 Persen

Investor Global Ikut Membangun Mandalika, Okupansi Hotel Saat MotoGP 2026 Tembus 100 Persen

Investor global tercatat mulai masif menanamkan modal mereka untuk membangun berbagai fasilitas akomodasi seperti hotel dan vila di kawasan

Investor di Lombok Timur Diminta Laporkan Realisasi Investasi

Investor di Lombok Timur Diminta Laporkan Realisasi Investasi

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lombok Timur mengevaluasi laporan realisasi investasi para pelaku usaha

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer