Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Potensi Pengembangan Telur Ayam di Wilayah Gunungsari

Kimda Farida • Selasa, 5 Desember 2023 | 13:55 WIB
Suriani
Suriani

Oleh: Suriani

(Mahasiswa Magister Sumber Daya Peternakan Fakultas Peternakan Unram)

LombokPost-- Pola konsumsi di masyarakat terutama telur meningkat terutama menjelang hari besar seperti Ramadan, Idul Fitri maupun hari besar lainnya menyebabkan permintaan meningkat dan harga telur menjadi lebih tinggi.

Selain itu seperti yang sudah diketahui bahwa telur adalah salah satu makanan pokok bagi masyarakat yang banyak diminati serta dapat diolah menjadi berbagai macam olahan makanan karena telur juga merupakan sumber protein hewani yang baik untuk tubuh dan rasanya juga enak.

Telur ayam ras merupakan salah satu bahan makanan yang bernilai gizi tinggi karena mengandung zat-zat makanan yang dibutuhkan oleh tubuh manusia (Umar dkk, 2000). Telur ayam ras mengandung air sekitar 74 persen, protein 13 persen, lemak 12 persen, karbohidrat 1,0 persen, dan mineral 0,8 persen (Nova, 2014).

Selain itu asam amino essensial yang dibutuhkan manusia semua jenisnya terkandung di dalam telur ayam ras. Telur ayam ras tersusun atas tiga bagian yaitu kulit telur, putih telur dan kuning telur. Bagian telur terdiri dari kuning telur sebesar sekitar 30 persen – 32 persen, putih telur sekitar 58 persen – 60 persen, dan kulit telur sebesar 12 persen (Nova, 2014).

Sebutir telur didapatkan gizi yang cukup sempurna karena mengandung zat-zat gizi yang lengkap dan mudah dicerna. Kandungan protein kuning telur yaitu sebanyak 16,5 persen dan pada putih telur sebanyak 10,9 persen, sedangkan kandungan lemak pada kuning telur mencapai 32 persen dan pada putih telur terdapat dalam jumlah yang sedikit (Djaelani, 2016). Telur juga mengandung berbagai vitamin dan mineral, termasuk vitamin A, riboflacin, asam folat, vitamin B6, vitamin B12, choline, besi, kalsium, fosfor dan potassium (Sudaryani, 2003).

Telur ayam ras sebagai salah satu produk ternak unggas memiliki protein yang sangat berperan dalam tubuh manusia karena protein berfungsi sebagai zat pembangun yaitu bahan pembentuk jaringan baru di dalam tubuh, zat pengatur yaitu mengatur berbagai sistem di dalam tubuh, dan sebagai bahan bakar, protein akan dibakar ketika kebutuhan energi tubuh tidak dapat dipenuhi oleh hidrat arang dan lemak (Hastang dkk., 2011). 

Usaha Telur Ayam Ras di Kecamatan Gunungsari

Usaha peternakan ayam pada saat ini sudah begitu dikenal di kalangan masyarakat, hal ini tentunya merupakan aspek yang mengembirakan karena selain pendapatan perkapita meningkat, kebutuhan akan protein hewani terpenuhi. Protein hewani (daging, susu dan telur) ini memiliki fungsi penting dalam kehidupan sehari-hari manusia karena mengandung berbagai asam amino yang diperlukan untuk pertumbuhan dan kecerdasan manusia.

Meningkatnya usaha peternakan ayam berkaitan dengan hal tersebut maka usaha pemerintah yang bersinergi dengan para peternak dalam mewujudkan pendayagunaan sebagian besar komoditi ternak perlu dikembangkan, salah satunya adalah peternakan ayam ras petelur. Ayam ras petelur merupakan salah satu usaha sub sektor peternakan yang memiliki potensi dan peluang yang sangat besar dalam pengembangan sub sektor peternakan, ini disebabkan karena potensi pasarnya yang cukup cerah, baik dalam negeri maupun untuk ekspor, maka pengembangan perunggasan nasional khususnya ayam ras petelur ke depannya diharapkan mampu memasuki pasar internasional untuk merebut peluang yang ada. Ayam ras petelur merupakan ayam betina yang khusus diambil telurnya.

Melihat peluang dan peran unggas khususnya ayam ras yang cukup signifikan dalam mendukung penyediaan lapangan pekerjaan di  daerah pedesaan, maka pengembangan unggas ini sudah selayaknya menjadi perhatian pemerintah. Pengembangan agribisnis unggas yang dilakukan secara terpadu dalam suatu daerah merupakan salah satu pilihan agar usaha dibidang unggas dapat dilakukan secara efektif, efisien dan ekonomis. Usaha dilakukan secara tersistem sehingga dalam satu kawasan terdapat kegiatan pada aspek hulu, on farm dan hilir yang merupakan sub sistem dari sistem usaha secara keseluruhan.  Berikut pemaparan tentang usaha telur ayam ras di daerah limbungan.

A. Produk yang dihasilkan pengusaha 

Produk yang dihasilkan oleh pengusaha di daerah Dusun Limbungan, Desa Tamansari, Kabupaten Lombok Barat berupa telur ayam ras. Seperti yang sudah diketahui bersama bahwa telur memiliki nilai gizi yang tinggi berupa protein hewani yang dibutuhkan oleh tubuh kita, konsumsi telur ayam juga selain baik untuk dijadikan makanan dan kesehatan tubuh juga dapat menjadi peluang usaha bisnis yang cukup menjanjikan karena merupakan salah satu kebutuhan pokok yang dibutuhkan oleh masyarakat (konsumen)

Telur ayam ras merupakan salah satu komoditi ekonomi yang lahir karena adanya permintaan yang cukup banyak dari konsumen. Permintaan dari konsumen didukung oleh meningkatnya jumlah penduduk, perbaikan ekonomi masyarakat dan kesadaran akan arti pentingnya gizi bagi kesehatan tubuh manusia, sehingga mampu mempengaruhi pola konsumsi masyarakat terhadap telur. Kondisi dan gambaran tersebut merupakan peluang besar bagi produsen atau pengusaha peternakan khususnya bidang perunggasan ayam ras petelur untuk memenuhi permintaan masyarakat.

B. Lama Usaha

Usaha telur ayam ras yang didirikan oleh pengusaha di Dusun Limbungan berjalan sekitar satu tahun lamanya. Dan terbilang masih muda serta membutuhkan banyak pengetahuan dan modal yang cukup banyak untuk memulai usaha tersebut. Jumlah data produksi telur ayam ras di Kecamatan Gunungsari sekitar 133.750 populasi ternak menurut (Sumber: Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Perkebunan & Peternakan Kabupaten Lombok Barat tahun 2015.

C. Lokasi usaha dan sebaran tempat pelanggan di layani serta ide mendirikan usaha

  1. Lokasi usaha

Usaha telur ayam ras ini berada di kawasan atau wilayah Dusun Limbungan merupakan salah satu wilayah yang berada di Desa Tamansari, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat.

   2. Sebaran tempat pelanggan dilayani

Biasanya pengusaha akan menyebarkan produk telurnya di wilayah Kecamatan Gunungsari seperti pedagang kaki lima, pasar, toko sembako dan masyarakat lainnya.

  3. Ide mendirikan usaha

Pengusaha berkata ide tersebut berasal dari diri sendiri karena telur termasuk kebutuhan pokok yang pasti dicari.

D. Pelanggan tetap dan calon pelanggan potensial serta pangsa pasar.

a. Pelanggan tetap

Berikut pelanggan tetap menurut pengusaha yang masih memesan toko sembako,warung,pedagang di pasar dan pedagang kaki lima.

b. Pelanggan potensial

Berikut pelanggan potensial menurut pengusaha pedagang bakso, mi ayam maupun nasi goreng serta pedagang sayur mayur

c. Pangsa Pasar

Kelompok usia 30 sampai 35 tahun berjenis kelamin laki laki dengan pesanan 15 – 25 trai  dan kelompok usia 25 sampai 35 tahun berjenis kelamin perempuan dengan pesanan 10 – 20 trai per hari.

E. Pelanggan Pengusaha biasanya sekitar 4 sampai 10 orang.

F. Pelanggan yang bertahan lama dan tidak bertahan lama menurut pengusaha biasanya yang tidak bertahan lama karena mereka mencari harga yang lebih murah dan ukuran telur yang lebih besar.

G. Pelanggan yang bertahan menurut pengusaha karena selalu di prioritaskan (Pelanggan setia)

H. Keunggulan produk menurut pengusaha adalah kualitas produk dan harganya yang relatif lebih murah di bandingkan dengan produk yang lainnya

I. Yang mendominasi pasar menurut pengusaha adalah perusahaan besar seperti PT (Perusahaan Tembakau)

J. Komuditas produk yang dipasarkan oleh pengusaha selain dari produk telur adalah tidak ada

K. Skema rantai pemasaran produk pengusaha.

L. Keyakinan pengusaha dalam mempertahankan produknya adalah 90 persen yakin karena kebutuhan pokok tidak ada matinya.

M. Ide atau jurus agar memenangkan pasar di masa mendatang 1 hari menghasilkan 29 – 31 trai telur dalma 1 hari rata – rata terjual habis.

N. Kepuasan pelanggan ada pada harga dan kualitas produk yang diberikan oleh pengusaha.

O. Harga rata rata dari tahun ke tahun sekitar Rp. 35.000 smpe 50.000.

P. Modal untuk Harga pakan, penyakit dan hama skitar 200 juta yaitu 130 juta untuk ayam siap betelor 70 juta untuk kandang

Q. Keuntungan harga yang di dapatkan pengusaha sekitar 15 – 19 juta

R. Biaya Produksi

Biaya Produksi = biaya tetap + biaya variable

Biaya Produksi = Rp. 8.000.000 + 7. 000.000

Biaya Produksi = Rp. 15.000.000

S. Pendapatan kotor

Pendapatan kotor = penjualan telur × harga jual

Pendapatan kotor = 1 trai × Rp. 1.200.000

Pendapatan kotor = Rp. 1.200.000.

T. B/C atau Benefit cost Ratio yang di peroleh

B/C = total penerimaan dibagi total produksi

B/C = 25 juta dibagi 15 juta

B/C = 1,6 

B/C adalah ukuran perbandingan antara benefit dengan total produksi. Dalam batasan besaran nilai B/C dapat diketahui apakah suatu usaha menuntungkan atau tidak menguntungkan rumus. 

Jika B/C  ratio ˃1, usaha layak dilaksanakan

Jika B/C  ratio ˂ 1, usaha tidak layak dilaksanakan 

Jadi setelah melakukan perhitungan untuk kelayakan penjualan dari milik pengusaha ternak telur maka diperoleh B/C 1,6 sehingga usaha inib layak untuk dilaksanakan. 

Menciptakan Lapangan Pekerjaan 

Apabila usaha ternak ayam petelur ini berhasil untuk dikembangkan secara merata diharapkan mampu bersaing dengan perusahaan besar dan menekan angka pengangguran di Lombok.

Kemudian adanya peran pemerintah dalam mengembangkan usaha ini yaitu dengan memberikan vaksin serta obat – obatan jika unggas sakit atau memperbaiki manajemen pemeliharannya.

Masalah yang sering di hadapi oleh pengusaha adalah penyakit, kalah oleh persaingan pasar karena usaha ayam petelur sering kalah oleh pengusaha besar seperti PT (Perusahaan Tembakau), yang ada selain itu harga yang dijual juga relatif lebih murah. (*)

Editor : Kimda Farida
#Gunungsari Incomer #Fakultas Peternakan Universitas Mataram #telur ayam