Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Miris, Minat Baca Warga KLU Paling Rendah se-NTB

B
Penulis: Baiq Farida❯
MASIH RENDAH: Salah satu pelajar KLU yang membaca buku di perpustakaan, beberapa waktu lalu. Minat baca di KLU terbilang masih rendah. (dok.Lombok Post)
MASIH RENDAH: Salah satu pelajar KLU yang membaca buku di perpustakaan, beberapa waktu lalu. Minat baca di KLU terbilang masih rendah. (dok.Lombok Post)
TANJUNG-Literasi atau minat membaca masyarakat di Kabupaten Lombok Utara (KLU) masih sangat rendah. Tercatat minat membaca masyarakat masih di angka 1,58 persen. Persentase ini menjadi yang terendah di antara 10 kabupaten/kota di NTB.

Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) KLU kini tengah memacu mengejar ketertinggalan tersebut. Salah satunya dengan menguatkan peran guru-guru di sekolah dan menggandeng sejumlah pihak lain seperti NGO. ”Literasi memang PR besar kita saat ini, kita sedang berupaya sekarang untuk memperbaiki angka predikat ini,” ujar Kepala Dikbudpora KLU Adenan, Kamis (2/2).

Dikatakannya, Dikbudpora telah bekerja sama dengan NGO dan pusat perbukuan. Tak hanya itu, pihaknya juga ikut melibatkan guru penggerak yang akan  memacu ketertinggalan tersebut. ”Angka literasi Lombok Utara terendah se-NTB di mana untuk provinsi di angka 1,60 persen, sementara nasional di angka 1,65 persen,” sambungnya.

Persoalan rendahnya minat baca ini juga mendapat perhatian dari Balai Perbukuan Nasional dan IOA. Minimnya minat membaca ini dikarenakan kurangnya kesadaran tentang kebutuhan membaca. Di samping itu, juga minimnya rangsangan yang diberikan kepada pelajar terhadap ketertarikan dalam membaca. ”Beberapa waktu lalu kita ada rapat koordinasi dengan Balai Buku dan IOA, dan kita akan dibantu ribuan buku baca,” jelasnya.

”Karena kita Dikbudpora KLU leading sector pendidikan, ya akhirnya menjadi tugas yang harus dituntaskan,” terangnya.

Lebih lanjut dikatakannya, untuk menuntaskan rendahnya minat baca tersebut, Balai Guru Penggerak, IOA, dan Balai Perbukuan Nasional akan menerjunkan 1.300 guru. Konsep IOA tersebut lebih kepada arah pengetatan dan disiplin kerja. ”Jangankan guru, saat ini kita di dinas saja dimonitor kinerjanya. Telat lima menit saja sudah terdeteksi,” bebernya.

Dibeberkan Adenan, rencananya IOA akan menjadikan Desa Akar-Akar sebagai sampel kerja mereka. Selain itu, nantinya dari pusat perbukuan akan mendukung program literasi ini dengan memberikan bantuan 6.000 buku bacaan. ”Kita juga dibantu 6.000 buku baca akan mendukung program literasi,” tandasnya. (fer/r9)

Advertisement
Advertisement
Editor : Baiq Farida
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Ikhtiar Guru Muhir Menjaga Aksara Sasak

Ikhtiar Guru Muhir Menjaga Aksara Sasak

Di Desa Banjar Sari, Lombok Timur berdiri Repok Literasi. Sebuah sekolah yang diinisiasi Muhir untuk menjaga dan merawat aksara sasak.

SMAN 9 Mataram Gelar Apel Busana Adat dan Launching Literasi "GEBRAK PEJANGGIK"

SMAN 9 Mataram Gelar Apel Busana Adat dan Launching Literasi "GEBRAK PEJANGGIK"

SMAN 9 Mataram menggelar Apel Bendera istimewa pada Kamis, 15 Oktober 2026 bertempat di lapangan utama sekolah.

Program Air Bersih dan Education Quality Improvement Program (EQUIP) Diterapkan di Dompu

Program Air Bersih dan Education Quality Improvement Program (EQUIP) Diterapkan di Dompu

Sejak 2021, penerima manfaat program air bersih STM mencapai lebih dari 8.200 orang.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer