Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

SMKPPN Mataram Masifkan Urban Farming

A
Penulis: Ali Rojai❯
Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

LombokPost - Keterbatasan lahan di wilayah perkotaan kini tak lagi menjadi penghalang untuk berproduksi. SMKPPN Mataram mulai masif mengembangkan urban farming sebagai langkah konkret membangun ketahanan pangan keluarga di Kota Mataram.


Advertisement

Melalui pemanfaatan lahan sempit di lingkungan sekolah dan kawasan perkotaan, program urban farming SMKPPN Mataram diharapkan mampu menjaga ketersediaan pangan secara berkelanjutan tanpa bergantung pada fluktuasi musim.

Kepala SMKPPN Mataram Sugiarta mengatakan, penerapan urban farming difokuskan pada efisiensi ruang. Salah satunya dengan bertanam di atas beton menggunakan sistem hidroponik.

“Kita kembangkan agar kecukupan pangan rumah tangga di Kota Mataram bisa terpenuhi melalui program sekolah ini,” ujar Sugiarta, Selasa (13/1).

Advertisement

Selain hidroponik, SMKPPN Mataram juga mengajarkan teknik vertikultur kepada para siswa. Metode ini memanfaatkan bidang vertikal seperti dinding pagar, tembok gang, hingga lorong sempit untuk menanam tanaman berumur pendek.

Media tanam yang digunakan pun ramah lingkungan dan ekonomis. Penggunaan bambu hingga botol bekas yang dimodifikasi tidak hanya berfungsi sebagai wadah tanam, tetapi juga mempercantik tampilan lingkungan.

Penggunaan planter bag juga menjadi pilihan utama karena fleksibel dan mudah dipindahkan. Di dalamnya, berbagai komoditas seperti cabai, tomat, pakcoy, dan bayam tumbuh subur meski di lahan terbatas.

Advertisement

Konsep urban farming SMKPPN Mataram juga mengedepankan gaya hidup sehat melalui penerapan sistem organik murni tanpa pupuk kimia dan pestisida sintetis.

“Konsep ini menciptakan lingkungan yang nyaman dan sehat. Bahkan bisa dikombinasikan dengan sistem aquaponik atau bioflok, di mana ikan dibudidayakan di bawah dan sayuran di atasnya,” tambah Sugiarta.

Menurutnya, inovasi urban farming sangat relevan untuk pemberdayaan masyarakat perkotaan yang populasinya terus bertambah. Selain mendukung ketahanan pangan, gerakan ini berdampak pada penguatan ekonomi rumah tangga. Masyarakat dapat menekan biaya konsumsi dengan memanen sayuran segar langsung dari pekarangan sendiri.

Nampak sejumlah tanaman bunga dan sayur di hidroponik SMKPPN Mataram, Selasa (13/1). SMKPPN Mataram masifkan urban farming.
Nampak sejumlah tanaman bunga dan sayur di hidroponik SMKPPN Mataram, Selasa (13/1). SMKPPN Mataram masifkan urban farming.

“Pola urban farming diharapkan menjadi model pengembangan penghijauan dan kemandirian pangan di tengah permukiman padat penduduk,” pungkas Sugiarta.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

SMKPPN Mataram Latih 300 Calon Pekerja Migran

SMKPPN Mataram Latih 300 Calon Pekerja Migran

Sebanyak 300 calon pekerja migran NTB mengikuti pelatihan dan sertifikasi kelapa sawit di SMKPPN Mataram untuk peluang kerja ke Malaysia.

97 Peserta Pelatihan di SMKPPN Mataram Lulus Sertifikasi, Siap Jadi Plantation Worker di Malaysia

97 Peserta Pelatihan di SMKPPN Mataram Lulus Sertifikasi, Siap Jadi Plantation Worker di Malaysia

Sebanyak 97 peserta SMKPPN Mataram lulus sertifikasi Plantation Worker. Mereka disiapkan bekerja di perkebunan kelapa sawit Malaysia.

SMKPPN Mataram Siapkan Siswa Kerja ke Korea, Bahasa Jadi Bekal Utama

SMKPPN Mataram Siapkan Siswa Kerja ke Korea, Bahasa Jadi Bekal Utama

SMKPPN Mataram siapkan siswa kerja ke Korea lewat pembekalan bahasa Korea. Peluang G2G sektor pertanian, perikanan, dan peternakan terbuka.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer