Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Distribusi MBG Digeser ke Siang Hari, Penyesuaian dengan Program Lima Hari Sekolah

A
Penulis: Ali Rojai❯
Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana  memimpin rapat koordinasi bersama kepala Disdik,Dikes, PGRI, dan MKKS SD dan SMP di Kantor Wali Kota Mataram, Rabu (14/1). Distribusi MBG digeser ke siang hari.
Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana memimpin rapat koordinasi bersama kepala Disdik,Dikes, PGRI, dan MKKS SD dan SMP di Kantor Wali Kota Mataram, Rabu (14/1). Distribusi MBG digeser ke siang hari.

LombokPost- Penerapan Lima Hari Sekolah bagi siswa SD dan SMP di Kota Mataram masih tahap uji coba. Pemkot Mataram menegaskan kebijakan ini akan dievaluasi bertahap dengan mengutamakan kepentingan anak sebagai pertimbangan utama.


Advertisement

Data Dinas Pendidikan menunjukkan, 119 dari 180 SD di Kota Mataram telah menerapkan sistem Lima Hari Sekolah. Pelaksanaannya disertai penyesuaian jam belajar, dengan dorongan agar sekolah lebih kreatif mengisi waktu pembelajaran, termasuk melalui literasi dan pembinaan spiritual.

Salah satu fokus utama evaluasi MBG adalah perubahan jam distribusi. Sebelumnya, MBG dibagikan sekitar pukul 10.00 Wita, namun dinilai membuat siswa kembali lapar saat jam pulang. Kini, distribusi diarahkan menjadi makan siang.

Wali Kota Mataram Mohan Roliskana menegaskan uji coba Lima Hari Sekolah akan dipantau ketat sebelum ditetapkan sebagai kebijakan permanen.

Advertisement

“Kita ingin memastikan sistem Lima Hari Sekolah ini benar-benar siap. Bukan hanya dari sisi kurikulum, tetapi juga kesiapan sarana prasarana, kapasitas guru, serta dampaknya terhadap kondisi fisik dan psikologis anak-anak,” ujar Mohan.

Secara teknis, penerapan Lima Hari Sekolah menambah waktu belajar sekitar satu jam per hari bagi siswa SD dan SMP. Penambahan ini diharapkan membuat pembelajaran lebih efektif dan terstruktur, sekaligus membuka ruang penguatan karakter, minat, dan bakat melalui kegiatan nonakademik.

Namun menurut Mohan, kebijakan ini tidak semata soal jam belajar. Ada dimensi sosial dan emosional yang menjadi perhatian. Salah satu nilai penting Lima Hari Sekolah adalah memberikan akhir pekan lebih longgar, sehingga anak memiliki waktu berkualitas bersama keluarga.

Advertisement

Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram Yusuf menegaskan, distribusi MBG kini diarahkan menjadi makan siang.

“Untuk SD dan SMP, pengantaran MBG saya minta pukul 11.30 Wita agar benar-benar menjadi makan siang,” ujar Yusuf.

Dengan skema tersebut, setelah salat zuhur, kegiatan makan diharapkan selesai tanpa mengganggu proses belajar mengajar. Tidak hanya fokus pada siswa, program MBG kini juga memperhatikan kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan.

Meski siswa pulang hingga pukul 15.20 Wita, guru ASN maupun PPPK tetap menjalankan kewajiban 37,5 jam kerja per minggu. Wali Kota memastikan Sabtu dan Minggu tetap menjadi waktu berkualitas bagi guru bersama keluarga.

Dalam pengembangan MBG, jatah makan kini juga dialokasikan untuk guru dan tenaga kependidikan. Selain itu, para pengelola MBG di sekolah mulai menerima honor sebagai bentuk apresiasi.

Ketua MKKS SMP Kota Mataram Burhanuddin menilai istilah Lima Hari Sekolah tepat karena bertujuan mempererat hubungan anak dan orang tua. Dua hari akhir pekan memberi ruang komunikasi dan kebersamaan keluarga.

Selain itu, guru memiliki waktu lebih luas menyiapkan materi dan metode pembelajaran. Guru yang siap diyakini mampu menularkan semangat belajar kepada siswa. Siswa pun memiliki waktu lebih luas mengembangkan bakat dan potensi diri di luar sekolah.

Selama masa uji coba, setiap sekolah diminta mencatat kendala dan dampak pelaksanaan program. Sekolah juga didorong tetap memotivasi siswa melaksanakan ibadah siang sebagai bagian penguatan karakter.

“Insya Allah, program Lima Hari Sekolah ini akan dituangkan dalam bentuk Peraturan Wali Kota (Perwal) Mataram,” pungkas Burhanuddin.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Disdik Mataram Soroti Aturan Kenaikan Kelas, Remedial Jangan Longgarkan Standar

Disdik Mataram Soroti Aturan Kenaikan Kelas, Remedial Jangan Longgarkan Standar

Disdik Mataram menyoroti aturan kenaikan kelas dan remedial. Evaluasi objektif diperlukan agar standar akademik siswa tetap terjaga.

Aturan Kenaikan Kelas Disorot, Disdik Mataram Tekankan Standar Akademik

Aturan Kenaikan Kelas Disorot, Disdik Mataram Tekankan Standar Akademik

Disdik Mataram menyoroti aturan kenaikan kelas dan remedial demi menjaga standar akademik, mutu pendidikan, serta motivasi belajar siswa.

Hasil TKA 2025 Jadi Pijakan, Disdik Mataram Benahi Pembelajaran

Hasil TKA 2025 Jadi Pijakan, Disdik Mataram Benahi Pembelajaran

Disdik Mataram memanfaatkan hasil TKA 2025 untuk membenahi pembelajaran, memperkuat literasi dan numerasi siswa, serta menghadapi TKA 2027.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer