Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

20 SMK se-NTB Teken MoU Massal dengan Mitra Industri, Perkuat Kompetensi Lulusan

Y
Penulis: Yuyun Kutari❯
Kepala SMKN 1 Alas Budi Susilo (kanan) bersama Kepala SMKN 3 Mataram Sulman Haris (dua dari kiri) bersama pihak Dispora NTB dan Maspion IT, dalam kegiatan kerja sama industri dengan SMK se-NTB, Senin (26/10). (IST/LOMBOK POST)
Kepala SMKN 1 Alas Budi Susilo (kanan) bersama Kepala SMKN 3 Mataram Sulman Haris (dua dari kiri) bersama pihak Dispora NTB dan Maspion IT, dalam kegiatan kerja sama industri dengan SMK se-NTB, Jumat (23/10). (IST/LOMBOK POST)

Advertisement

LombokPost – Sebanyak 20 SMK se-NTB menjalin kerja sama dengan Maspion IT, perusahaan yang tergabung dalam AMIGROUP, dan TJM Manufacturing untuk memperkuat kesesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri.  

Kepala SMKN1 Alas Budi Susilo mengatakan, kerja sama tersebut diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) massal yang berlangsung di SMKN 1 Alas, pada Jumat lalu (23/10).

Kegiatan ini menjadi upaya memperkuat kolaborasi antara sekolah dan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (DUDIKA). “SMK bukan hanya menyiapkan lulusan yang siap bekerja, siap melanjutkan kuliah, dan siap berwirausaha (BMW), tetapi juga lulusan yang sesuai dengan kebutuhan industri,” kata Budi, Senin (26/10).

Advertisement

Dia menjelaskan, SMK memiliki tuntutan lebih dari sekadar memenuhi delapan Standar Nasional Pendidikan (SNP). Sekolah kejuruan juga harus memenuhi standar industri agar keterampilan yang diajarkan kepada siswa sejalan dengan kebutuhan perusahaan.

Karena itu, penguatan kerja sama antara SMK dan industri menjadi salah satu dari sembilan program prioritas SMK Mendunia di NTB periode 2026–2029.

Advertisement

Setiap bidang, program, atau konsentrasi keahlian yang diselenggarakan SMK diharuskan memiliki minimal tiga mitra industri, perusahaan, lembaga, atau organisasi yang dibuktikan dengan MoU.  

“Untuk memenuhi standar industri itu, dibutuhkan kerja sama yang kuat antara SMK dengan industri. Dengan begitu, ada link and match antara keterampilan yang dihasilkan sekolah dan kebutuhan industri,” jelas Budi.

Sementara itu, Syamsul Aematis Zarnuji, Koordinator Pokja Kelembagaan dan Kerja Sama pada Bidang PSMK dan PK-PLK Dinas Dikpora NTB menegaskan, lulusan SMK di NTB sejauh ini dinilai cukup mampu memenuhi kebutuhan industri dari sisi pengetahuan dan keterampilan teknis.

Hal tersebut didukung proses penyaringan kelulusan melalui berbagai tes dan sertifikasi kompetensi.  

Meski demikian, penguatan masih diperlukan pada aspek industrial soft skills serta pengalaman praktis melalui pemagangan maupun pengalaman bekerja. 

Advertisement
Editor : Rury Anjas Andita
Sumber : Liputan
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Kolaborasi Vokasi dan Tren Self Photo Studio ala Siswa SMKN 1 Mataram

Kolaborasi Vokasi dan Tren Self Photo Studio ala Siswa SMKN 1 Mataram

siswa Jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) SMKN 1 Mataram sukses menyulap hobi jepret-menjepret gambar menjadi laboratorium wirausaha yang

Formasi Guru NTB Dipetakan, Guru Produktif SMK Jadi Prioritas

Formasi Guru NTB Dipetakan, Guru Produktif SMK Jadi Prioritas

Dikpora NTB memetakan formasi guru, dengan guru produktif SMK, guru PLB, dan tenaga kependidikan menjadi kebutuhan yang diprioritaskan.

Astra Motor NTB Gelar Safety Riding Booth Camp, Tiga Perwakilan SMKN 3 Mataram Melaju ke Safety Ridi

Astra Motor NTB Gelar Safety Riding Booth Camp, Tiga Perwakilan SMKN 3 Mataram Melaju ke Safety Ridi

Astra Motor Nusa Tenggara Barat (NTB) terus memperkuat komitmennya dalam membangun budaya keselamatan berkendara di kalangan generasi muda

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer