Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Biaya UKT dan IPI Unram Dinilai Mencekik, Fakultas Kedokteran Tembus Rp 500 Juta

Baiq Farida • Senin, 7 Agustus 2023 | 15:11 WIB
HARUS TERJANGKAU: Biaya UKT dan IPI Unram dikeluhkan sejumlah pihak karena sistem penentuan grade mahasiswa tidak sesuai dengan kondisi ekonomi mahasiswa. (Ivan/Lombok Post)
HARUS TERJANGKAU: Biaya UKT dan IPI Unram dikeluhkan sejumlah pihak karena sistem penentuan grade mahasiswa tidak sesuai dengan kondisi ekonomi mahasiswa. (Ivan/Lombok Post)
MATARAM--Biaya pendidikan masuk Universitas Mataram (Unram) dikeluhkan sejumlah masyarakat. Biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan Iuran Pengembangan Institusi (IPI) dinilai terlampau tinggi bahkan melebihi perguruan tinggi swasta. Khususnya untuk biaya IPI jalur seleksi mandiri. Angkanya bahkan mencapai lebih dari Rp 500 juta.

Beberapa mahasiswa mengeluhkan biaya UKT dan IPI yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi ekonomi keluarga mereka. Padahal, dalam sistem penginputan, para calon mahasiswa sudah mengisi data sesuai kondisi keadaan mereka yang sesungguhnya. Namun sistem yang ada justru mengelompokkan siswa tidak sesuai fakta lapangan.

“Saya sudah menginput data ekening listrik 450 VA, penghasilan orang tua terendah Rp 800 ribu dan tidak pakai PDAM. Karena kondisi ekonomi kami memang seperti itu. Tetapi justru pengelompokan oleh sistemnya tidak sesuai. Saya masuk grade III yang biaya UKT-nya Rp 1.650.000 dan biaya IPI-nya Rp 8 juta,” beber RY (inisial, Red) salah satu mahasiswa yang lulus jalur mandiri Unram.

Iuran ini jika ditotalkan dibayarkan menjadi Rp 9.650.000. Hampir mencapai Rp 10 juta. Kondisi ini membuatnya dan orang tuanya kebingungan untuk membayar uang masuk yang dianggap terlampau besar. “Cuma memang bisa dicicil untuk pembayaran IPI-nya, bisa setengah,” syukurnya.

Ia membandingkan biaya UKT dan IPI Unram dan UIN Mataram. Karena kebetulan RY juga diterima di UIN Mataram. Di UIN Mataram, biaya yang harus dikeluarkan Rp 3.650.000. Namun karena mengira biaya di Unram lebih kecil, ia pun akhirnya batal melakukan daftar ulang di UIN Mataram yang batas waktunya hingga 31 Juli. Setelah menunggu pengumuman UKT tanggal 2 Agustus di Unram, ternyata biayanya justru lebih besar. Bahkan diungkapkannya melebihi biaya beberapa perguruan tinggi swasta di Kota Mataram.

Selain RY, para orang tua sejumlah mahasiswa Unram pun mengeluhkan persoalan yang sama. Arif, salah satu warga membeberkan anaknya yang lulus SNBT biaya UKT yang dikeluarkan per semesternya mencapai Rp 20 juta. Biaya tersebut memang mengacu pada aturan UKT bagi grade V di Fakultas Kedokteran. Biaya tersebut didasarkan pada sistem yang melihat orang tua sebagai PNS. Hal ini dinilai cukup menyulitkan para orang tua meskipun berstatus PNS. “Jangankan yang golongan tiga, golongan empat pun parah ngeremonnya,” ungkapnya.

Namun sebagai orang tua, ia pun mau tidak mau harus menerima keputusan tersebut. Apalagi ini menyangkut pendidikan anak. Karena orang tua menurutnya mengharapkan yang terbaik bagi putra-putri mereka. “Harapan kami sebenarnya bisa masuk grade IV yang UKT-nya Rp 15 juta per semester. Jadi kami bisa agak plong sebagai orang tua,” urainya.

Dijelaskannya, tidak semua PNS menurutnya bisa membayar UKT yang cukup tinggi. Apalagi jika PNS tersebut hanya sebagai staf biasa. Ditambah, mereka punya cicilan atau hutang yang harus dibayarkan per bulannya. Maka ini juga dimintanya menjadi salah satu pertimbangan pihak Unram. “Ada orang tua yang PNS tapi ada cicilannya. Ketika dipatok UKT-nya, mereka kaget,” cetusnya.

Bahkan, ia juga menuturkan ada orang tua yang harus membayarkan biaya IPI anaknya mencapai Rp 500 juta di Fakultas Kedokteran. Lantaran anaknya tersebut diterima lewat jalur mandiri Unram dan berdasarkan sistem pengelompokan, mahasiswa tersebut masuk golongan VI.

Dengan kondisi ini, ia berhara pihak Unram memiliki kebijaksanaan dalam penentuan golongan atau grade kelompok mahasiswa. Tidak hanya mengacu pada sistem tetapi juga mempertimbangkan aspek lain.  “Ini memang menjadi kewenangan pihak Unram. Tapi kalau pihak Unram berpihak kepada masyarakat, mereka pasti akan memperhatikan aspek lain. Perguruan tinggi bukan bisnis untuk mencari keuntungan. Ini bagian dari mencerdaskan bangsa,” sarannya.

Terpisah, pihak Humas Unram Khairul Umam yang dikonfirmasi Lombok Post menyampaikan jika penentuan besaran UKT maupun IPI diatur sesuai sistem. Calon mahasiswa membayar biaya UKT dan IPI tergantung grade yang ditentukan sistem.

“UKT itu by sistem. Masyarakat sendiri yang melampirkan dokumen yang diminta. Jadi setelah diisi, ada indikator dan poinnya sehingga muncul grade-nya,” ungkapnya.

Beberapa indikator tersebut diantaranya penghasilan orang tua, jumlah kendaraan yang dimiliki, tempat tinggal, rekening listrik, pajak kendaraan hingga yang lainnya. Setelah semua data diisi, sistem yang akan menentukan besaran UKT yang dikeluarkan. Termasuk besaran IPI khusus pendaftar jalur mandiri.

Namun, terkait besaran IPI yang mencapai Rp 500 juta, Khairul tidak menampiknya. Karena itu memang berlaku di Fakultas Kedokteran Unram. Biaya IPI ini pun menurutnya mengacu pada aturan kementerian di pusat.

“Kalau fakultas kedokteran memang ada yang mencapai ratusan juta. Itu pun sesuai grade,” jelasnya. Namun demikian ada juga IPI di Fakultas Kedokteran yang hanya puluhan juta. Tergantung grade-nya.

Lebih lanjut Khairul menyampaikan jika biaya UKT maupun IPI Unram sebenarnya sangat terjangkau. Misalnya untuk grade I. Di beberapa prodi yang tidak banyak peminatnya, biaya UKT per semester hanya Rp 500 ribu. Kemudian biaya IPI-nya rata-rata Rp 1 juta kecuali Fakultas Kedokteran. “50 persen mahasiswa Unram juga masuk grade I dan II. Jadi semua tergantung sistem saat penginputan data,” jelasnya.

Hasil penelusuran Lombok Post terkait biaya kuliah Unram di situs unram.ac.id, biaya UKT terendah untuk grade I memang Rp 500 ribu per semester. Biaya ini untuk semua jurusan dan fakultas. Sementara untuk biaya tertinggi ada di Fakultas Kedokteran bagi grade VI dengan jumlah Rp 22 juta per semesternya.

Sedangkan biaya IPI terendah bagi mahasiswa jalur mandiri grade I Rp 1 juta dan biaya tertinggi lebih dari Rp 500 juta untuk mahasiswa grade VI di Fakultas Kedokteran.  (ton/r10)

 

  Editor : Baiq Farida
#Biaya UKT #Kuliah Mahal #Universitas Mataram Unram