LombokPost - Universitas Mataram (Unram) menggelar kuliah umum wawasan kebangsaan dan bela negara untuk memperkuat karakter mahasiswa di tengah tantangan global.
Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Dome Universitas Mataram (Unram) pekan lalu dan diikuti mahasiswa dari berbagai fakultas.
Kuliah umum wawasan kebangsaan dan bela negara dibuka Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unram Dr. Sujita, S.T., M.T.
Dalam sambutannya, ia menegaskan penguatan wawasan kebangsaan dan bela negara menjadi bagian penting pembentukan karakter mahasiswa.
“Mahasiswa tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, integritas, dan semangat kebangsaan yang kuat sebagai wujud bela negara,” ujar Dr. Sujita.
Menurutnya, kuliah umum wawasan kebangsaan dan bela negara menjadi ruang refleksi bagi mahasiswa untuk memahami peran strategis generasi muda dalam menjaga persatuan bangsa.
Di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi, mahasiswa dituntut memiliki identitas kebangsaan yang kokoh.
Hadir sebagai narasumber Dr Gembong Baskoro, dosen Magister Engineering Management di Swiss German University.
Dalam materinya bertajuk “Membangun Karakter Mahasiswa”, ia mengajak peserta menumbuhkan kepemimpinan, tanggung jawab, serta daya saing global tanpa meninggalkan nilai kebangsaan.
Dr Baskoro menekankan wawasan kebangsaan dan bela negara bukan sekadar slogan, tetapi harus tercermin dalam sikap disiplin, etika, serta komitmen menjaga nama baik institusi dan bangsa. Mahasiswa, lanjutnya, merupakan agen perubahan yang berperan dalam menentukan arah pembangunan nasional.
Kuliah umum wawasan kebangsaan dan bela negara menjadi bagian program pembinaan karakter di lingkungan Unram.
Melalui kegiatan ini, kampus berharap melahirkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas, nasionalisme, dan tanggung jawab sosial.
Dengan komitmen itu, Unram terus memperkuat program kuliah umum wawasan kebangsaan dan bela negara sebagai fondasi membangun generasi muda yang siap bersaing secara global tanpa kehilangan jati diri bangsa.
Editor : Pujo Nugroho