Dewan Sorot Realisasi Program Desa Berdaya, Acip: Cuma Transfer Uang Saja Lelet

LombokPost — Lambannya realisasi Program Desa Berdaya yang telah dialokasikan dalam APBD NTB 2026 menuai sorotan DPRD NTB.
Program unggulan pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal—Indah Dhamayanti Putri (Iqbal-Dinda) untuk menekan kemiskinan ekstrem itu dinilai belum berjalan optimal. Meski secara teknis penyaluran anggarannya relatif sederhana.
"Rendahnya realisasi program tersebut menimbulkan pertanyaan serius terhadap kesiapan perencanaan dan kemampuan pelaksanaannya di tingkat pemerintah daerah," jelas Anggota Komisi III DPRD NTB M Nashib Ikroman.
Politisi yang akrab disapa Acip itu menyebut, DPRD telah memberikan dukungan terhadap program tersebut.
Dengan harapan anggaran yang dialokasikan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Namun, lambannya realisasi justru menjadi catatan tersendiri.
“Pekerjaannya hanya dalam bentuk bagi-bagi uang, tetapi realisasinya lamban. Apalagi untuk mengerjakan hal yang lebih berat dan menantang. Atau mencapai goal penurunan kemiskinan ekstrem nol seperti yang ditargetkan dalam RPJMD,” ungkap politisi Perindo ini.
Acip mengaku heran dengan lambannya penyaluran bantuan yang secara teknis dilakukan melalui transfer dari rekening kas umum daerah (RKUD) Pemprov NTB ke rekening pemerintah desa penerima maupun masyarakat yang menjadi sasaran program.
“Padahal kalau hanya transfer uang kan anak SMP saja pintar, tetapi transfer uang dalam Desa Berdaya ini justru realisasinya rendah,” sindirnya.
Tak hanya soal lambannya realisasi, Acip juga menyoroti tata kelola Program Desa Berdaya yang dinilainya belum didukung perencanaan matang. Indikasinya, sejumlah desa yang telah menerima dana bantuan keuangan belum dapat mengeksekusi anggaran tersebut.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




