LombokPost – DPRD NTB menaruh perhatian serius terhadap fasilitas publik untuk menunjang perekonomian masyarakat.
Salah satunya dermaga di Pantai Bumbang yang terletak di Desa Mertak, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng).
Fasilitas buat nelayan yang berada satu kawasan dengan KEK Mandalika itu rusak berat. Termasuk beton dermaga sepanjang 170 meter sudah keropos dimakan usia.
"Saya cek ke lokasi. Memang kondisinya sangat parah," kata Anggota DPRD NTB dapil Loteng Selatan Sitti Ari, Selasa (8/12).
Ia sengaja datang ke lokasi saat melakukan kunjungan kerja dalam daerah. Dikatakan, Dermaga Bumbang menjadi satu-satunya akses para nelayan untuk mencari ikan.
Masyarakat juga memanfaatkan fasilitas itu untuk kebutuhan bongkar muat hasil laut. Seperti hasil tangkapan ikan, lobster, hingga budi daya rumput laut.
"Tapi akses utama masyarakat ke laut ini sangat membahayakan keselamatan," papar Sitti.
Sejak dibangun tahun 1990-an hingga kini belum ada perbaikan. Ia meminta Pemprov NTB melalui Dinas Perhubungan (Dishub) NTB untuk turun mengecek lokasi. Sebab kondisinya sudah rusak berat.
"Karena ini kan fasilitas dermaga yang menjadi urusan Pemprov NTB," ujarnya.
Dirinya juga sudah melaporkan kondisi kerusakan dermaga itu ke Komisi IV DPRD NTB.
Sebab Komisi IV yang membidangi urusan infrastruktur dan pembangunan.
"Kalau saya kan di Komisi V. Jadi Komisi IV DPRD NTB nanti yang akan menindaklanjuti persoalan ini," sambung Sekretaris Komisi V DPRD NTB itu.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD NTB Sudirsah Sujanto membenarkan bahwa pihaknya sudah mendapatkan laporan soal kerusakan Dermaga Bumbang.
Ia mengatakan akan segera berkoordinasi dengan Dishub NTB serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB.
"Karena ini kaitannya dengan infrastruktur bagaimana rencana penanganan ke depan," ujar Sudirsah.
Menurutnya, penyiapan fasilitas publik berupa dermaga sangat penting. Apalagi fasilitas itu untuk menunjang kegiatan perekonomian bidang kemaritiman.
Khususnya para nelayan di Lombok Selatan yang sebagian besar bergantung pada hasil laut sebagai mata pencaharian utama.
"Rata-rata profesi warga di sana sebagai nelayan. Kalau dermaga yang tersedia rusak berat bagaimana mereka bisa menangkap ikan," paparnya.
Bukan hanya untuk aktivitas nelayan. Perlu dipikirkan juga keberadaan dermaga untuk mendukung kegiatan pariwisata di kawasan itu.
Apalagi Pantai Bumbang satu kawasan dengan KEK Mandalika. Sehingga memudahkan aktivitas wisata ke Pantai Bumbang.
"Bukan hanya wisatawan lokal, tapi juga wisatawan asing," imbuhnya.
Pengembangan ini, sambung Sudirsah, sejalan dengan program prioritas Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal.
Yaitu soal pengentasan kemiskinan ekstrem serta mewujudkan pariwisata NTB menjadi destinasi kelas dunia.
"Dengan fasilitas dermaga yang baik pasti membuka peluang sektor pariwisata. Apalagi ini satu kawasan dengan KEK Mandalika. Kalau infrastruktur Pantai Bumbang bisa jadi alternatif wisatawan," pungkas politisi asal Kabupaten Lombok Utara (KLU) itu.
Editor : Marthadi