Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Perluasan Air Gratis Rumah Ibadah Terkendala Pipa

L
Penulis: Lestari Dewi❯
Bambang Soepratomo (Dewi/Lombok Post)
Bambang Soepratomo (Dewi/Lombok Post)

Advertisement

 

LombokPost-Program iuran air gratis bagi rumah ibadah di Lombok Tengah belum berjalan merata. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtha Ardhia Rinjani (Tiara) masih terkendala keterbatasan jaringan pipa.

Hingga saat ini, dari total potensi ribuan rumah ibadah di Gumi Tastura, baru sekitar 500 unit yang terakomodasi. Padahal, jumlah masjid dan musala mencapai 1.600 unit, belum termasuk rumah ibadah agama lainnya.

Advertisement

Direktur Utama PDAM Lombok Tengah Bambang Soepratomo menegaskan, pihaknya berkomitmen menjalankan instruksi bupati untuk menggratiskan iuran air bagi rumah ibadah. Namun, kondisi di lapangan tidak mudah.

“Masalahnya bukan di kemauan, tapi kesiapan infrastruktur. Ada masjid di desa yang mengusulkan, kami siap gratiskan meternya, tapi ternyata jaringan pipa distribusi belum sampai ke sana. Inilah yang menjadi ganjalan utama,” ungkap Bambang, Minggu (12/4).

Advertisement

Selain persoalan pipa, PDAM menghitung dampak finansial dari perluasan program ini. Dengan 500 rumah ibadah yang sudah berjalan, PDAM menanggung biaya operasional Rp 50 juta hingga Rp 60 juta per bulan. Jika seluruh 1.600 lebih rumah ibadah digratiskan tanpa kajian, dikhawatirkan memicu pembengkakan biaya operasional.

Untuk menjaga stabilitas perusahaan sekaligus asas keadilan, PDAM menerapkan sistem kuota. Fasilitas gratis berlaku untuk pemakaian 1 hingga 20 meter kubik per bulan.

“Untuk kebutuhan ibadah seperti wudu dan lainnya, 20 kubik itu sudah sangat cukup. Jika lebih dari itu, maka menjadi tanggung jawab pengelola (marbot/takmir). Kami harus batasi agar tidak disalahgunakan, misalnya untuk mengisi kolam ikan warga atau keperluan di luar ibadah,” tegasnya.

Bambang menambahkan, tim teknis sedang melakukan pemetaan ulang untuk menentukan titik rumah ibadah yang siap dipasangkan meteran. Evaluasi ini menjadi kunci agar kebijakan ekonomi inklusif pemerintah daerah bisa berjalan berkelanjutan. 

Advertisement
Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

DPRD Lombok Tengah Dukung Pembangunan Enam Rumah Ibadah di Mandalika

DPRD Lombok Tengah Dukung Pembangunan Enam Rumah Ibadah di Mandalika

Wacana pembangunan komplek enam rumah ibadah di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika menjadi sorotan sejumlah anggota DPRD Lombok Tengah

FKUB Loteng Dukung Pembangunan Enam Rumah Ibadah di Mandalika

FKUB Loteng Dukung Pembangunan Enam Rumah Ibadah di Mandalika

FKUB menilai komplek rumah ibadah sebagai wujud nyata toleransi sekaligus jawaban atas kebutuhan wisatawan mancanegara maupun domestik

Aruna Senggigi Perkuat Kepedulian Terhadap Lingkungan dan Masyarakat, Bersih-Bersih Rumah Ibadah

Aruna Senggigi Perkuat Kepedulian Terhadap Lingkungan dan Masyarakat, Bersih-Bersih Rumah Ibadah

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-10, Aruna Senggigi Resort & Convention kembali memperkuat komitmen untuk tumbuh bersama.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer