Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Suspend Dapur MBG Loteng Belum Dicabut

L
Penulis: Lestari Dewi❯

Advertisement

Dua orang pegawai merapikan paket menu MBG yang akan diantarkan ke sekolah-sekolah di sekitar lingkungan Sasake, Praya Tengah, Loteng, beberapa waktu lalu. (Dewi/Lombok Post)
Dua orang pegawai merapikan paket menu MBG yang akan diantarkan ke sekolah-sekolah di sekitar lingkungan Sasake, Praya Tengah, Loteng, beberapa waktu lalu. (Dewi/Lombok Post)

 

LombokPost - Operasional sejumlah dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Lombok Tengah (Loteng) masih ditangguhkan sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Advertisement

Pemerintah daerah setempat tengah berupaya menyelesaikan sejumlah kendala teknis dan sosial di lapangan agar status penangguhan segera dicabut. 

Asisten II Setda Loteng Lalu Rinjani mengungkapkan, beberapa dapur MBG yang disuspend sudah menunjukkan progres perbaikan. Namun, sebagian lainnya masih memerlukan penanganan serius karena melibatkan konflik sosial dan masalah infrastruktur. 

“Dari tujuh dapur ini ada empat dapur telah disurati BGN untuk kembali beroperasi, Kopang, Pagutan, Pujut Kawo, Praya Bunut Baok,” ucapnya kepada wartawan, Senin (22/6). 

Rinjani memaparkan, permasalahan yang membuat dapur MBG belum kembali beroperasi cukup kompleks. Pada sektor infrastruktur dan lingkungan, SPPG Kopang Rembiga 2 belum bisa beroperasi karena instalasi pengolahan air limbah (IPAL) tidak berfungsi hingga memicu aksi demo masyarakat sekitar. Selain itu, perbaikan fisik di SPPG Pagutan juga dilaporkan belum selesai dikerjakan. 

"Ini sudah klir," cetusnya. 

Kendala lain terjadi pada tata kelola logistik dan sosial. Di SPPG Praya Tengah Jontlak 2, operasional tertahan akibat rencana pemindahan titik lokasi yang belum rampung. Sementara di SPPG Praya Leneng 6, terdapat masalah intervensi dari pihak mitra atau yayasan. 

“Untuk SPPG Jonggat Puyung 2, penangguhan dilakukan karena adanya konflik internal antara pihak mitra kerja dengan pemilik lahan,” beber Rinjani. 

Pemkab Loteng menegaskan komitmennya untuk terus memediasi dan mengawal penyelesaian masalah di tiga titik yang belum klir tersebut. Langkah cepat perlu diambil agar seluruh program strategis nasional ini dapat segera dirasakan manfaatnya secara merata oleh masyarakat Loteng. 

“Kami di satgas akan terus memonitor dapur-dapur MBG yang permasalahannya berat. Ketika di tingkat kecamatan tidak tuntas, ya kami di kabupaten akan turun,” kata mantan Kepala Satpol PP Loteng ini. 

Diketahui, masih banyak anak sekolah belum menikmati program MBG. Penyebabnya, sebaran dapur MBG belum merata. Sebab itu, BGN menetapkan batas maksimal enam dapur MBG di setiap kecamatan agar distribusi lebih merata dan terkendali. 

“Ini aturan baru, bagi kecamatan yang sudah lebih batas tidak diberikan lagi (bangun dapur MBG), sehingga kecamatan yang masih kurang bisa kebagian,” kata dia. 

 

Advertisement
Editor : Jelo J
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Sempat Libur Beberapa Hari, Dapur MBG Karang Bongkot Kembali Sajikan Ribuan Menu MBG

Sempat Libur Beberapa Hari, Dapur MBG Karang Bongkot Kembali Sajikan Ribuan Menu MBG

Dapur umum di bawah naungan Yayasan Batu Emas ini langsung tancap gas menyajikan menu MBG yang dinanti-nantikan ribuan penerima manfaat.

Dibangun Sebelah Kandang Sapi, Kades Minta BGN Evaluasi Dapur MBG Langko

Dibangun Sebelah Kandang Sapi, Kades Minta BGN Evaluasi Dapur MBG Langko

Keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berlokasi di dekat kandang kolektif Desa Langko mendapat sorotan tajam.

Gerindra NTB Bela Kader dalam Isu Monopoli Dapur MBG

Gerindra NTB Bela Kader dalam Isu Monopoli Dapur MBG

Petinggi Gerindra NTB pasang badan atas isu miring yang menimpa kadernya dalam pengelolaan dapur MBG di Kabupaten Bima.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer