
LombokPost - Penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 menghasilkan sekitar 95 ton sampah yang ditangani Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Lombok Tengah (Loteng).
Dari jumlah itu, sebanyak 55 ton merupakan residu yang diperkirakan berpotensi menyumbang retribusi sekitar Rp 55 juta bagi pendapatan asli daerah (PAD).
Pengelolaan limbah yang terstruktur mulai dari masa persiapan, puncak acara, hingga pembersihan area diproyeksikan mampu menjadi salah satu penopang pendapatan daerah dari sektor jasa layanan kebersihan.
Pemungutan retribusi ini mencakup berbagai titik strategis, mulai dari kawasan sirkuit, area komersial pendukung, tempat penampungan sementara, hingga jalur penunjang di luar sirkuit.
Melalui pengawasan dan pengangkutan puluhan ton sampah yang berlangsung secara terintegrasi dari 9 hingga 14 Oktober, DLHK tidak hanya berfokus pada kebersihan lingkungan, tetapi juga memaksimalkan penarikan retribusi atas jasa pengelolaan sampah skala besar yang dihasilkan oleh ribuan penonton, tenan, dan penyelenggara kegiatan.
Kepala DLHK Loteng Lalu Sarkin Junaidi mengungkapkan, total volume sampah yang ditangani mencakup sampah plastik dan residu.
Berdasarkan data di lapangan, volume sampah plastik tercatat mencapai 40 ton, sementara khusus untuk residu mencapai sekitar 55 ton.
“Kalau ditotalkan sekitar 95 ton,” ucap Sarkin kepada wartawan, Selasa (27/10).
Dalam skema pengelolaannya, sampah plastik yang dapat didaur ulang ditangani langsung oleh pihak bank sampah melalui kerja sama dengan pihak ketiga. Sementara itu, residu sampahnya menjadi potensi PAD Loteng dari biaya pengangkutan.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




