General Managar (GM) PT Angkasa Pura I (AP) BIL Nugroho Jati mengatakan, pesawat berbadan lebar sekelas B777 dengan jumlah penumpang 400 orang bisa mendarat di BIL. Demikian pula pesawat kargo MotoGP atau pesawat jamaah haji.
“Dengan perpanjangan runway itu juga, kita berharap penerbangan internasional semakin bertambah,” papar Jati, Selasa (2/2).
Jadi, bandara yang berdiri di Desa Tanak Awu, Desa Ketara dan Desa Penujak tersebut siap melayani penerbangan dari Eropa, Australia, Timur Tengah, Asia Timur bahkan berbagai negara di dunia. “Tanpa harus transit di Jakarta, Surabaya atau Bali,” tegasnya.
Sehingga wisatawan dengan leluasa datang langsung ke Pulau Lombok. Tidak saja menyaksikan balapan MotoGP di Sirkuit Mandalika. Melainkan, menikmati objek-objek wisata. Keindahannya tidak kalah dengan daerah lain di Indonesia, bahkan dunia.
Hanya saja, yang perlu dipikirkan dari sekarang yaitu, bagaimana Pemerintah Provinsi NTB dan kabupaten/kota di NTB memperbanyak event. Bila perlu, berkelas internasional untuk mendatangkan wisatawan asing atau wisatawan nusantara. “Intinya, tidak boleh sepi. Bila perlu setiap bulan ada event,” pesan Jati.
Kendati demikian, pihaknya berharap tahap awal, bagaimana semua pihak bersama-sama melawan Covid-19. Caranya, dengan patuh dan disiplin menerapkan protokol kesehatan. Kemudian bersama-sama menjalankan vaksinasi.
Dia melihat, karena dampak dari Covid-19 itu luar biasa besar. Salah satunya, di bidang penerbangan. Jumlah penumpang dan lalu lintas pesawat sejak Covid-19 merosot total. Secara langsung berdampak pula pada kunjungan wisatawan.
“Kita ingin tahun ini menjadi tahun kebangkitan,” harap Anggota Komisi II DPRD Loteng H Ikhwan Sutrisno, terpisah.
Kata dia, MotoGP dan Superbike menjadi jawabannya. Sehingga kebangkitan yang dimaksud tidak saja dirasakan warga Loteng, atau NTB. Melainkan Indonesia.
“Kebetulan saya juga pelaku pariwisata. Saya bisa merasakan bagaimana rasanya dampak dari Covid-19 itu,” keluh Ikhwan. (dss/r5) Editor : Rury Anjas Andita