“Mari kita berdoa bersama. Semoga doa dan keinginan kita dikabulkan,” harap Ketua Lembaga Adat Desa Kuta, Kecamatan Pujut Supriadi pada Lombok Post, Senin (21/2).
Selain itu, pihaknya juga memprediksikan di hari-hari berikutnya akan muncul nyale. Sehingga warga dipersilakan untuk kembali menggelar Bau Nyale di seluruh pantai di wilayah selatan Gumi Tatas Tuhu Trasna. Termasuk pantai-pantai selatan di beberapa kabupaten/kota di Indonesia.
“Sangkep Warige atau musyawarah penentuan Bau Nyale oleh pemerintah dan tokoh adat sudah tepat,” sanjung Supriadi yang juga Kepala Dusun (Kadus) Merendeng Desa Kuta tersebut.
Prediksi sudah sesuai dengan tanggal 20 bulan 10 penanggalan Sasak setiap tahunnya. Tanda-tanda alamnya yakni, terjadi hujan lebat, petir, dan angin.
Bagi Supriadi, itu pertanda sosok Putri Mandalika yang konon menjelma menjadi nyale bermunculan. Dan itu terbukti. “Sekali lagi, semoga pandemi Covid-19 berakhir,” tekannya.
Sementara itu, Bupati Loteng HL Pathul Bahri menegaskan, dalam pelaksanaan Bau Nyale warga dan pemerintah tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan berlapis. Pemkab berharap lewat Bau Nyale tahun ini, roda ekonomi warga bangkit setelah diterpa pandemi.
“Kami berterima kasih pada Pemerintah Provinsi NTB dan pemerintah pusat,” ujar Pathul dalam sambutannya pada malam puncak Bau Nyale di Novotel Resort Desa Kuta, Minggu (20/2).
Turut hadir Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI Sandiaga Salahuddin Uno, Gubernur NTB Zulkieflimansyah, Wakil Bupati Loteng HM Nursiah dan para pejabat pemkab Loteng lainnya.
“Bau Nyale tahun-tahun sebelumnya terpusat di satu titik. Sekarang menyebar di beberapa titik,” lanjut Pathul.
Kebijakan itu diterapkan sebagai upaya memecahkan konsentrasi warga yang datang. “Yang pasti Festival Bau Nyale ini sudah berskala nasional. Jadi, kita patut bangga,” kata Gubernur NTB Zulkieflimansyah di tempat yang sama.
Untuk itu, pihaknya berpesan agar kabupaten/kota lain mengangkat dan memperkenalkan budaya masing-masing. Sehingga bisa diangkat ke tingkat nasional, bahkan internasional. Dampaknya, ekonomi masyarakat bergerak.
Sementara itu, Menparekraf RI Sandiaga Salahuddin Uno berpesan agar pemkab dan provinsi berkolaborasi membangkitkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Bau Nyale menjadi salah satu jalan. Terlebih saat puncak Bau Nyale, para UMKM memadati kegiatan yang ada.
“Tidak saja Loteng, tapi kabupaten/kota lain di NTB. Ini yang perlu kita jalankan bersama,” seru mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut. (dss/r5) Editor : Rury Anjas Andita