Kepala Dinas Dikbud NTB Aidy Furqan yang dikonfirmasi, turut merespons permasalahan yang terjadi di SMAN 1 Prateng. "Saya sudah koordinasi dan saya sudah perintahkan bidang SMA untuk turun langsung meninjau ke lokasi," katanya, Jumat (2/6).
Dari informasi yang diperolehnya, antara M Amrullah selaku kepala SMAN 1 Praya Tengah dengan Faizal yang menjadi korban perundungan, telah bertemu. Semua pihak termasuk orang tua siswa dan kepala desa, telah bersepakat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. "Jadi sudah ada penengah dan sudah klir," tegasnya.
Namun, hal tersebut tidak menyurutkan langkah Dinas Dikbud NTB untuk melakukan evaluasi kinerja terhadap kemampuan dan kapasitas kepala SMAN 1 Praya Tengah. Sebab Aidy sangat menyayangkan, bahwa masih ada kepala sekolah, memiliki sikap maupun kebijakan yang berdampak pada kondisi emosional peserta didik. "Saya sangat menyayangkan hal itu bisa terjadi," tambahnya.
Guna mendapatkan kondisi lapangan lebih lanjut, pihaknya segera bertindak. "Sikap yang saya ambil tentu dalam waktu dekat ini kepala sekolahnya akan saya panggil untuk dimintai klarifikasi lanjutan," terangnya.
"Atau saya yang akan turun langsung ke sekolah untuk memastikan semuanya," tambah pria bergelar doktor tersebut.
Ketika disinggung mengenai tuntutan siswa SMAN 1 Praya Tengah, agar kepala sekolah dimutasi atau dikembalikan tugasnya menjadi guru, Aidy memberi lampu hijau. "Nggak ada hal yang nggak mungkin," tandasnya.
Sebagaimana diketahui, demo yang dilakukan para siswa belum lama ini merupakan bentuk solidaritas dan prihatin terhadap salah satu siswa yang kerap kali mendapat cemoohan oleh kepala sekolah. Bahkan sering dilakukan, sehingga Amrullah dinilai para siswa telah melakukan perundungan. (ewi/r5) Editor : Rury Anjas Andita