Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Empat Anak Stunting di Lombok Tengah Disorot Gubernur Iqbal

Lestari Dewi • Senin, 9 Maret 2026 | 11:20 WIB

Sejumlah ibu dan anak menghadiri kegiatan pelayanan dan kesehatan di Posyandu Dusun Lantan Duren, Desa Lantan, Batukliang Utara, Lombok Tengah.
Sejumlah ibu dan anak menghadiri kegiatan pelayanan dan kesehatan di Posyandu Dusun Lantan Duren, Desa Lantan, Batukliang Utara, Lombok Tengah.

LombokPost-Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal turun langsung meninjau pelayanan kesehatan ibu dan anak di Posyandu Dusun Lantan Duren, Desa Lantan, Batukliang Utara (BKU), Lombok Tengah (Loteng), Kamis (5/3).

Kunjungan itu sekaligus memastikan upaya penanganan stunting di tingkat desa berjalan maksimal.

Miq Iqbal, sapaan akrab gubernur, menyoroti adanya empat anak di dusun itu yang tercatat dalam data stunting.

Ia meminta penanganan dilakukan secara serius dengan melibatkan tenaga kesehatan, termasuk dokter spesialis anak. Hal itu agar penyebab utama kondisi tersebut dapat diketahui secara jelas.

“Nanti kita komunikasi dengan dokter anak untuk melihat apa masalah utama dari empat anak yang masuk data stunting ini. Mudah-mudahan ada solusi sehingga mereka bisa keluar dari daftar stunting,” ujar Miq Iqbal.

Selain memantau pelayanan posyandu, gubernur juga mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan di kawasan Desa Lantan.

Menurutnya, wilayah BKU memiliki peran strategis sebagai kawasan penyangga ekosistem di Pulau Lombok.

Di kawasan ini terdapat hutan lindung, wilayah konservasi, sekaligus daerah tangkapan air.

Kawasan ini menopang kebutuhan air masyarakat di wilayah hilir seperti Batukliang, Praya hingga kawasan pesisir.

“Daerah ini adalah jantungnya NTB. Mungkin masyarakat di sini tidak terlalu merasakan, tetapi wilayah di bawah sangat bergantung pada kawasan ini,” jelasnya.

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk terus menjaga kelestarian hutan.

Pemprov NTB, kata dia, tengah menyiapkan berbagai program pemberdayaan bagi masyarakat sekitar kawasan hutan agar kesejahteraan meningkat tanpa merusak lingkungan.

Baca Juga: Lombok Tengah Targetkan Stunting Turun ke Angka 7 Persen

“Kita sedang membenahi dan mencari solusi bagaimana memberdayakan masyarakat sekitar hutan agar hutan tetap lestari dan tidak terganggu,” tambahnya.

Ketua TP PKK NTB Sinta M. Iqbal mengajak para ibu lebih aktif memanfaatkan layanan posyandu. Ia juga mendorong kader kesehatan terus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kesehatan ibu dan anak. Menurutnya, kebiasaan menjaga kebersihan juga harus mulai ditanamkan sejak dini kepada anak-anak.

“Anak-anak harus diajarkan sejak kecil untuk menjaga kebersihan. Kalau desa kita bersih, tentu akan semakin indah dan sehat,” katanya.

Terpisah, Wakil Bupati Loteng M Nursiah menyampaikan pemerintah daerah terus melakukan berbagai upaya untuk menekan angka stunting di daerah tersebut.

Menurutnya, dalam beberapa tahun terakhir angka stunting di Loteng menunjukkan tren penurunan berkat kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan hingga kader posyandu di desa.

Ia menjelaskan, penanganan stunting dilakukan melalui berbagai program. Di antaranya penguatan pelayanan posyandu, pemantauan gizi balita secara berkala, pemberian makanan tambahan, hingga edukasi kepada para ibu mengenai pola asuh dan pemenuhan gizi anak.

“Kami terus mendorong peran aktif kader posyandu, tenaga kesehatan, serta pemerintah desa untuk bersama-sama melakukan pendampingan kepada keluarga yang memiliki anak berisiko stunting,” ujarnya, Minggu (8/3).

Nursiah menambahkan, pemerintah daerah menargetkan angka stunting di Loteng dapat terus ditekan hingga satu digit dan kini berada di bawah target nasional.

Karena itu, sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam percepatan penanganan stunting.

“Kami optimistis dengan kerja bersama dan dukungan semua pihak, angka stunting di Lombok Tengah bisa terus ditekan sehingga kualitas kesehatan generasi mendatang semakin baik,” katanya.

Plt Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Loteng Kusriadi mengatakan strategi percepatan penurunan stunting difokuskan dengan penanganan keluarga berisiko stunting tahun ini.

“Jumlah keluarga berisiko stunting mencapai 49 ribu kepala keluarga,” katanya.

Ia mengatakan, penanganan terhadap keluarga berisiko stunting dilakukan secara konvergensi anatara pemerintah desa dan OPD.

“Artinya dalam percepatan penurunan stunting tidak hanya difokuskan pada penderita stunting saja tetapi keluarga berisiko stunting juga,” tambahnya.

Adapun keluarga berisiko stunting antara lain mereka yang menikah di usia dini, tidak memiliki sanitasi yang layak, masih menumpang di keluarga, hamil terlalu tua serta jarak kehamilan terlalu dekat dengan anak sebelumnya.

“Itulah yang kami antisipasi dalam mempercepat penurunan stunting,” kata dia.

Diketahui data sementara angka stunting di Loteng mencapai 9,78 persen atau sekitar 8.000 balita stunting yang tersebar pada 12 kecamatan.

“Dari 12 kecamatan, ada 4 kecamatan yang angka stuntingnya masih dua digit, sisanya sudah satu digit,” tutup Kusriadi. 

Editor : Kimda Farida
#Lombok Tengah #Gubernur NTB #wakil bupati #DP3AP2KB #Disorot #nursiah #Lalu Muhamad Iqbal #Stunting