Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Perlindungan Pekerja Migran Butuh Dukungan Pemdes dan LSD

R
Penulis: Rury Anjas Andita❯
WORKSHOP: Wakil Rektor 1 Universitas Hamzanwadi Dr Abdullah Muzakar (tengah) duduk sebagai narasumber workshop penulisan modul pembelajaran mata kuliah ke-NWDI-an untuk program PPG di gedung Rinjani Waterpark, Kelurahan Rakam, Kecamatan Selong, Senin (20/
WORKSHOP: Wakil Rektor 1 Universitas Hamzanwadi Dr Abdullah Muzakar (tengah) duduk sebagai narasumber workshop penulisan modul pembelajaran mata kuliah ke-NWDI-an untuk program PPG di gedung Rinjani Waterpark, Kelurahan Rakam, Kecamatan Selong, Senin (20/
SELONG-Advokasi Buruh Migran Indonesia (ADBMI) Lombok Timur menggelar workshop peningkatan peran masyarakat dan pemerintah desa dalam upaya perlindungan buruh migran. Acara yang digelar di Lesehatan Asri, Kelurahan Sekarteja, Kecamatan Selong, Kamis (15/6) itu diikuti oleh perwakilan lembaga sosial masyarakat pemerhati buruh migran dan juga perwakilan dari instansi pemerintah terkait seperti Disnakertrans Lotim, UPTD PPA, dan pemerintah desa.

Direktur ADBMI Lotim Roma Hidayat menerangkan kegiatan ini merupakan salah satu langkah evaluasi program peningkatan inisiatif masyarakat untuk perlindungan dini pekerja migran. Salah satu bagian dari program yang bekerjasama dengan AWO International tersebut adalah membentu Lembaga Sosial Desa (LSD) di lima desa dampingan program.

“Sebenarnya kepedulian dan peran serta masyarakat kita sangat tinggi terhadap kasus-kasus buruh migran di sekitarnya. Namun kendalanya adalah masih banyak yang belum mengetahui caranya,” kata Roma pada Lombok Post.

Secara aturan negara sudah membuatkan jalan dalam menangani kasus yang kerap dihadapi PMI. Hanya saja selama ini banyak masyarakat yang tidak melakukan cara yang telah disediakan karena belum tersentuh oleh edukasi. Melalui LSD di lima desa dampingan, yakni Desa Anjani, Suradadi, Ketapang Raya, Wanasaba, dan Pringgasela Timur, ADBMI selama ini telah memberikan pelatihan perwakilan masyarakat desa yang tergabung di LSD.

LSD sendiri telah banyak melakukan kegiatan advokasi, mitigasi, dan perlindungan bagi PMI di desanya masing-masing. Kata Roma, pemerintah daerah semestinya dapat memperkuat fungsi LSD dan pemerintah desa di semua desa dan kelurahan yang ada di Lotim dengan cara mereflikasi program tersebut. “Namun sudah kita buatkan infrastrukturnya, malah tidak dimanfaatkan,” tutur Roma.

Salah seorang pengurus LSD Anjani Nendy Wahyu Imansyah menjelaskan, dalam kurun waktu 6 tahun berjalan, LSD Anjani  berbagai upaya penanganan kasus buruh migran di desanya. Selain itu, saat ini ia juga memiliki program pemberdayaan berupa usaha migran yang memberikan ruang kepada mantan PMI dan keluarga PMI untuk meningkatkan ekonominya. (tih/r5)

Advertisement
Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

BALE-PMI Hadir di Lombok Barat, Dekatkan Informasi Keimigrasian hingga ke Desa

BALE-PMI Hadir di Lombok Barat, Dekatkan Informasi Keimigrasian hingga ke Desa

Melalui sinergi lintas sektor ini, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat bersama Kantor Imigrasi Mataram diharapkan dapat memperluas jangkauan.

Pemprov NTB dan Yayasan ParTha Perkuat Kolaborasi Cegah dan Tangani TPPO

Pemprov NTB dan Yayasan ParTha Perkuat Kolaborasi Cegah dan Tangani TPPO

Pemprov NTB bersama PARTHA cegah TPPO dari kemiskinan, perlindungan pekerja migran, hingga keluarga yang ditinggalkan di daerah asal mereka

PKK Platinum LPKN Mataram Dibuka, Siapkan Calon Pekerja Migran Siap Kerja di Hotel dan Kapal Pesiar

PKK Platinum LPKN Mataram Dibuka, Siapkan Calon Pekerja Migran Siap Kerja di Hotel dan Kapal Pesiar

PKK Platinum LPKN Mataram kembali dibuka, menyiapkan calon tenaga kerja luar negeri siap bekerja di hotel dan kapal pesiar dunia.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer