Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Roti Buatan Siswi APHP SMKN 1 Sakra Tembus Dapur MBG

S
Penulis: Supardi/Bapak Qila❯

 

Siswi APHP SMKN 1 Sakra saat membuat roti untuk memenuhi dapur MBG
Siswi APHP SMKN 1 Sakra saat membuat roti untuk memenuhi dapur MBG

Lombokpost-Produksi roti siswi jurusan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) SMKN 1 Sakra terus meningkat setelah berhasil menembus dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun tingginya permintaan belum dapat dipenuhi secara maksimal karena keterbatasan peralatan produksi.


Advertisement

“Yang sudah bekerja sama dengan kita baru dua dapur. Kebutuhan dua dapur MBG ini per minggu mencapai 6 ribu piecis,” terang Ketua Kompetensi Keahlian Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) SMKN 1 Sakra Rohatin Arpianingsih, Kamis (27/11).

Hanya saja, untuk memenuhi permintaan tersebut, sekolah harus mencicil produksi karena keterbatasan alat. Kapasitas oven yang dimiliki saat ini hanya menampung delapan loyang. Akibatnya, pihak sekolah hanya mampu melayani dua SPPG per minggu.

Kondisi ini membuat sekolah belum bisa menambah pesanan dari dapur MBG lainnya. Selain MBG, roti produksi siswi SMKN 1 Sakra juga dipasarkan di sejumlah ritel sekitar sekolah dan telah memiliki reseller tetap.

Advertisement

“Hari Senin kita produksi khusus untuk reseller kami yang memasukkan ke toko-toko besar sekitar sekolah. Kalau MBG kita cicil dari hari Selasa kemudian diambil hari Kamis sore,” katanya.

Ada 10 varian roti yang diproduksi. Namun untuk dapur MBG biasanya memesan varian sederhana seperti roti abon, roti keju, roti O dan beberapa varian lainnya. Keberadaan program MBG menjadi pasar baru bagi produk SMKN 1 Sakra.

Sebelum adanya MBG, siswi APHP hanya memproduksi 5 kilogram per hari. Saat ini produksi mencapai 30 kilogram per hari. Program ini dinilai berdampak besar terhadap peningkatan produksi roti jurusan APHP.

Advertisement

“Cuma kendala kita di peralatan saja, sehingga belum bisa terima banyak permintaan,” katanya.

Sementara itu Kepala SMKN 1 Sakra Ahmad Suhamka berharap pemerintah, terutama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, dapat memberikan bantuan peralatan kepada SMKN 1 Sakra. Sehingga produksi roti bisa meningkat dan kerja sama dengan dapur MBG lebih luas.

"Sekarang sudah masuk di beberapa toko dapur MBG. Bahkan setiap ada pameran produk anak-anak kami selalu habis. Karena kualitasnya memang bagus, tidak kalah dengan produk-produk yang lain," katanya.

SMKN 1 Sakra juga menjadi lokasi praktik bagi beberapa sekolah lain seperti SLB, SMKN Swasta dan sejumlah organisasi.

“Yang kami harapkan sebenarnya ibu PKK di desa-desa untuk belajar dan kami siap untuk melatih mereka. Supaya mereka juga bisa untuk membuat roti di desa,” pungkasnya. (par/r7)

 

Advertisement
Editor : Prihadi Zoldic
Sumber : Lombok Post
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Hindari Mubazir, Program MBG di Mataram Uji Coba Sistem Prasmanan

Hindari Mubazir, Program MBG di Mataram Uji Coba Sistem Prasmanan

Metode prasmanan mulai diuji coba sebagai alternatif dari pembagian nasi kotak atau omprengan yang kerap menyisakan makanan.

82 Dapur MBG di Lombok Timur Belum Dapat Beroperasi

82 Dapur MBG di Lombok Timur Belum Dapat Beroperasi

Sebanyak 82 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lombok Timur hingga saat ini belum beroperasi

Setahun Beroperasi, SPPG Karang Bongkot Gelar Pengajian dan Salurkan Sembako kepada Masyarakat

Setahun Beroperasi, SPPG Karang Bongkot Gelar Pengajian dan Salurkan Sembako kepada Masyarakat

Memperingati satu tahun beroperasi, SPPG Karang Bongkot Yayasan Batu Emas Lombok Barat gelar pengajian dan beri bantuan sembako.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer