Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bendungan Kaliantan Meluap, Warga Waswas Terisolasi

S
Penulis: Supardi/Bapak Qila❯
BENDUNGAN MELUAP: Kondisi rumah warga Dusun Kaliantan, Desa Seriwe, Kecamatan Jerowaru yang tergenang akibat meluapnya Bendungan Sengkelok.
BENDUNGAN MELUAP: Kondisi rumah warga Dusun Kaliantan, Desa Seriwe, Kecamatan Jerowaru yang tergenang akibat meluapnya Bendungan Sengkelok.

LombokPost - Hujan intensitas tinggi yang mengguyur Lombok Timur (Lotim) beberapa hari terakhir mengakibatkan Bendungan Sengkelok di Dusun Kaliantan, Desa Seriwe, Kecamatan Jerowaru meluap. Luapan air merendam rumah warga dan puluhan hektare lahan pertanian.


Advertisement

"Sejak hari Jumat (23/1) hujan lebat terus. Sehingga air bendungan meluap ke rumah warga," terang Nuruddin, warga Kaliantan, saat dikonfirmasi, Selasa (27/1).

Ia menyebutkan, puncak luapan air bendungan terjadi pada Senin (26/1) dan belum surut Selasa (27/1). Kondisi tersebut mengakibatkan aktivitas warga di Dusun Kaliantan terganggu.

Luapan air bendungan dikhawatirkan merusak fasilitas umum seperti jalan penghubung yang dapat mengakibatkan warga terisolasi. Terlebih, hingga saat ini hujan masih terus mengguyur wilayah Lotim.

Advertisement

“Kami khawatir air bendungan akan semakin meluap dan akan merusak jalan, karena sampai hari ini banjirnya belum surut, kalau jalannya putus kami terkurung di sini (Dusun Kaliantan),” imbuhnya.

Nuruddin berharap Pemkab Lotim segera melakukan tindakan guna mengantisipasi kerusakan dan dampak yang lebih parah, termasuk mencegah adanya korban. ”Kami khawatir dampaknya akan semakin parah," katanya.

Advertisement

Terpisah, Camat Jerowaru Sirah saat dikonfirmasi menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan BPBD Lotim untuk menangani banjir tersebut dan mengevakuasi warga terdampak.

"Dari laporan yang kami terima dari Pemdes Seriwe yang terdampak 9 Kepala keluarga (KK) dengan jumlah jiwa sebanyak 32 jiwa. Kalau lahan pertanian yang terdampak sekitar 11 hektare, yang saat ini ditanami jagung," imbuhnya.

Ia melanjutkan, tanda-tanda meluapnya air bendungan sudah terlihat sejak Sabtu lalu, namun debit air tidak terlalu besar dan mencapai puncaknya pada Senin kemarin. Selain intensitas hujan yang tinggi, luapan ini diduga dipicu kondisi saluran pembuangan.

Sejauh ini belum ada kerusakan pada fasilitas umum maupun rumah warga akibat luapan tersebut. Sebagian warga memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman, sementara lainnya tetap tinggal di rumah mereka.

"Sejauh ini belum ada kerusakan yang terjadi pada rumah warga, hanya tergenang. Kejadian ini tumben terjadi, kalau tahun-tahun sebelumnya tidak pernah. Karena memang hujan beberapa hari ini cukup lebat," ungkapnya. (par/r7)

Advertisement
Editor : Prihadi Zoldic
Sumber : Lombok Post
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Gegara Proyek Bendungan, Petani di KSB Tak Diizinkan Tanam, Dewan Meradang

Gegara Proyek Bendungan, Petani di KSB Tak Diizinkan Tanam, Dewan Meradang

DPRD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dibuat meradang. Surat yang dikeluarkan Pengamat Pengairan Wilayah Taliwang, Dinas Pekerjaan Umum

Menko Infrastruktur dan Pembangunan AHY Minta Proyek Bendungan Terhubung dengan Sistem Irigasi 

Menko Infrastruktur dan Pembangunan AHY Minta Proyek Bendungan Terhubung dengan Sistem Irigasi 

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meminta agar proyek bendungan terintegrasi dengan jaringan irigasi.

Prabowo Resmikan Bendungan Meninting Senilai Rp 1,4 Triliun, Bupati LAZ Berharap Jadi Sumber Irigasi, Air Bersih dan Listrik

Prabowo Resmikan Bendungan Meninting Senilai Rp 1,4 Triliun, Bupati LAZ Berharap Jadi Sumber Irigasi, Air Bersih dan Listrik

Pembangunan Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat (Lobar) mendapat perhatian dan apresiasi tinggi.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer